SUBULUSSALAM – Puluhan santri dan santriwati menuntut polisi untuk menuntaskan kasus penistaan agama yang dilakukan LO. Tuntutan ini disampaikan massa saat berunjuk rasa di Mapolsek Simpang Kiri pada Jumat, 30 Desember 2016, pukul 09.00 WIB.
Massa yang mengenakan seragam serba putih tersebut berkumpul di Lapangan Beringin sebelum bergerak ke kantor polisi. Aksi itu turut mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian setempat.
Dalam aksinya, massa turut membawa sejumlah poster dan selebaran yang dibagikan kepada masyarakat. Selebaran tersebut berisi tentang desakan para santri agar polisi mengusut tuntas kasus LO sesuai hukum yang berlaku.
Meskipun begitu, massa juga berterima kasih kepada Polres Aceh Singkil yang cepat menangkap LO sehingga tersangka penistaan agama Islam ini terhindar dari aksi main hakim sendiri.
Suparman, salah satu peserta aksi, dalam orasinya menyebutkan, ulah LO telah mencemari nama baik Subulussalam, apalagi LO disebut sebagai warga Subulussalam. Padahal, kata Suparman, pria berusia 45 tahun itu merupakan pendatang dari luar daerah dan hanya mencari rezeki di daerah tersebut.
“Kami mengutuk keras perbuatan LO yang telah memecah belah umat,” ujar Suparman.
Dia menduga ada aktor intelektual di balik kasus tersebut. Dugaan ini muncul karena perbuatan tersangka yang berani menghina Islam di tengah mayoritas masyarakat muslim.
Hal senada disampaikan Naswadi, peserta aksi lainnya. Dia heran dengan perbuatan LO yang terkesan nekat.
“Sungguh nekat di tengah-tengah mayoritas umat Islam, dia berani mengatakan rasa kebencian terhadap Islam dengan memposting pernyataan yang menyakiti umat Islam, menghina Nabi, dan menghina ulama,” kata Nawasdi.
Naswardi mengatakan, jika LO mempunyai pikiran sehat, ia tidak akan berani berbuat hal tersebut karena memicu kemarahan umat Islam. Hal inilah yang menguatkan dugaan mereka bahwa adanya orang yang mem-back-up perbuatan LO.
“Karena itu kami minta pihak kepolisian mengusut siapa orang di balik kasus tersebut. Mungkin saja ada oknum tertentu yang sengaja membuat kekacauan sehingga daerah ini tidak kondusif,” kata Naswardi.
Mengakhiri aksinya, massa menyerahkan selebaran kepada Kapolsek Simpang Kiri, AKP Dede Kurniawan, SIK.[] (*sar)




