Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaMassa Tolak Pembangunan...

Massa Tolak Pembangunan Masjid Muhammadiyah di Bireuen

BANDA ACEH –  Sejumlah massa menolak pembangunan Masjid Muhammadiyah di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Bireuen. Penolakan tersebut dilakukan dengan membakar balai (barak) peristirahatan para pekerja bangunan dan pembakaran tiang pondasi masjid yang baru dicor, Selasa, 17 Oktober 2017, sekira pukul 20.15 WIB, malam.

“Sekira 100 orang warga mendatangi lokasi pembangunan dan langsung melakukan pembakaran balai atau pondok tempat istrahat para pekerja pembangunan masjid tersebut, serta membakar tiang pondasi yang baru dikerjakan pengecoran siang kemarin,” kata Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto, saat dikonfirmasi portalsatu.com melalui pesan WhatsApp, Rabu, 18 Oktober 2017.

Kapolsek beserta personil Polsek Samalanga mendapatkan informasi dari warga tentang kejadian tersebut, kemudian langsung mendatangi TKP. Melihat pihak kepolisian datang massa membubarkan diri.

“Selanjutnya personil Polsek Samalanga dibantu oleh personil Koramil 02/Samalanga melakukan pemadaman api,” ungkap Kapolres Bireuen.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB. Selanjutnya, Kapolres Bireuen menyiagakan satu pleton Sabhara untuk mengamankan TKP.

“Situasi sampai saat ini telah dapat dikendalikan dan dalam keadaan konfusif,” katanya.

Riza mengatakan pertemuan untuk menyelesaikan perselisihan pendirian Masjid Muhammadiyah ini telah dilakukan sejak enam bulan terakhir. 

“Telah dilakukan lebih kurang sembilan kali pertemuan untuk upaya penyelesaiannya, baik di tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten,” katanya lagi.

Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun kerugian materil yang diperkirakan mencapai lebih kurang Rp10 juta.[]

Baca juga: