LHOKSEUMAWE – Masyarakat desa lingkungan PT Perta Arun Gas (PAG) menggelar demonstrasi di pintu masuk kompleks perusahaan itu di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Senin, 30 Agustus 2021. Mereka memprotes PAG yang dinilai tidak transparan terkait perekrutan tenaga kerja.
Massa berunjuk rasa sejak pukul 09.00 WIB. Pendemo membentangkan sejumlah spanduk, di antaranya bertuliskan “Di bawah Pimpinan Direktur Operasional dan HRD PT PAG yang Sekarang, Merobek Kearifan Lokal yang Telah Dibina. Selama Ini Kebijakan Anda Merendahkan UUPA Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Keistimewa Aceh. Kami Mau Anda Tidak Lagi Di Sini“.
Korlap aksi, T. Muchlis, mengatakan masyarakat dari 13 desa binaan PAG menuntut hak sebagai warga lingkungan perusahaan sesuai ketentuan dalam perundang-undangan berlaku. “Hak kearifan maupun tenaga kerja lokal, ini yang dituntut, karena pihak perusahaan telah merekrut pekerja tanpa melibatkan masyarakat lingkungan,” ujarnya kepada wartawan.

Muchlis menyebut sekitar 77 pekerja yang telah direkrut PAG untuk ditempatkan pada berbagai bidang di perusahaan tersebut.
“Perekrutan itu dilakukan secara internal PAG yang dilibatkan pekerja itu-itu saja. Kita sebagai putra daerah tidak diberikan kesempatan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Seharusnya warga binaan inilah yang perlu diutamakan. Kita ketahui PT PAG melakukan perekrutan tenaga kerja sudah sejak satu bulan lalu, bahkan telah dilakukan training untuk penempatan atau posisi kerjanya. Sedangkan kita cuma menonton, padahal mediasi antara pihak perusahaan sudah dilaksanakan sebelumnya, tapi tidak ada realisasi seperti yang diharapkan,” kata Muchlis.
Selain itu, kata Muchlis, pihaknya menuntut PAG memberikan dana CSR kepada masyarakat lingkungan perusahaan. Sebab, hal itu merupakan kewajiban atau tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat lingkungan.
“Mengapa perusahaan tetangga seperti PT PIM bisa memberikan CSR kepada warga lingkungan, kenapa selama ini PT PAG tidak ada pemberian CSR-nya. Kita memang orang bodoh, tapi jangan dibodoh-bodohilah. Seharusnya mereka membina masyarakat binaan. Kita mengharapkan ada perubahan dari pihak PT PAG yang sekarang,” ujar Muchlis.
Hingga pukul 12.00 WIB, pihak PAG belum menemui pengunjuk rasa itu.[]




