Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaNewsMasyarakat Rundeng Mengadu...

Masyarakat Rundeng Mengadu Nasib ke Walkot Bintang, Ada Apa?

SUBULUSSALAM – Puluhan masyarakat Rundeng, Kota Subulussalam mendatangi Meuligoe Wali Kota Subulussalam di Jalan Profesor Ali Hasmi, Sabtu, 30 Januari 2021 sekitar pukul 20:00 WIB.

Kedatangan mereka untuk bertemu langsung Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang mengadukan nasib setelah mata pencaharian mereka selama ini memproduksi kayu olahan dari hutan berupa papan dan kayu broti tak beroperasi lagi.

Akibatnya, puluhan masyarakat Rundeng mengaku kesulitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pasalnya, selama ini hampir 40 persen masyarakat di Rundeng berprofesi sebagai pencari kayu di hutan untuk diolah menjadi papan dan kayu broti.

Mereka mengaku kayu tersebut diambil di kawasan hutan yang berada belakang areal persawahan masyarakat bukan dari kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil. Kayu yang diproduksi tersebut, untuk kebutuhan kayu lokal, bagi masyarakat memerlukan papan dan broti untuk keperluan membangun rumah dan sebagainya.

Jumadin salah satu perwakilan masyarakat Rundeng, mengatakan kehadiran masyarakat ini untuk meminta bantuan kepada Wali Kota Subulussalam agar dapat menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian supaya masyarakat Rundeng kembali bisa mencari kayu namun tidak dalam kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil.

Menurut Jumadin, ekonomi masyarakat Rundeng akan lumpuh total jika masyarakat tidak diizinkan mencari kayu ke hutan. Termasuk ekonomi abang becak juga ikut terdampak, yang selama ini membawa kayu masyarakat dari pinggir sungai ke lokasi tujuan.

Baca Juga: Rahmayani Sari Munthe, Srikandi Camat Perempuan Pertama di Kota Subulussalam

Baca juga: