BANDA ACEH – Forum Silaturahim Kemakmuran Masjid Serantau (Forsimas) akan melakukan kunjungan Muhibbah ke Kamboja pada tgl 14 Juni 2017 bertepatan dengan 19 Ramadhan ini.
Dalam rangkaian kegiatan selama di Kamboja, rombongan Forsimas juga akan menghadiri undangan buka puasa bersama Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen dan masyarakat muslim Kamboja. Program ini rutin dilaksanakan oleh pemerintah Kamboja setiap bulan Ramadhan, yang menjaga hak kaum muslimin di sana.
Program Keluarga Angkat
Seperti kita ketahui bahwa di Kamboja ada ummat muslim namun mereka minoritas. Kamboja adalah negara mayoritas non muslim, 95 persen beragama Budha. Muslim Kamboja ini umumnya miskin.
Dalam siaran persnya, Dr.dr.Zinatul Hayati, M.Kes, Sp.MK selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberi semangat kepada saudara-saudara kita di Kamboja.
Beberapa orang perwakilan Forsimas dari Aceh, Jakarta, dan Malaysia akan datang dan menginap di rumah penduduk yang dijadikan keluarga angkat di kampung Muslim selama 2 hari.
“Kunjungan muhibbah juga menggunakan biaya pribadi masing-masing peserta mulai tiket pesawat sampai penginapan. Kegiatan seperti sudah biasa kami lakukan demi bisa menjalin silaturahmi dengan saudara-saudara muslim di Kamboja,” ungkap Zinatul.
Program keluarga angkat yang dirintis oleh pendiri sekaligus Sekjen Forsimas, M Hasan Basry, telah rutin dilakukan.
Sebelumnya dilaksanakan di Negeri Kedah, Malaysia di mana rombongan anggota Forsimas yang terdiri dari berbagai negara ASEAN bahkan dari perwakilan Forsimas Hongkong, Maldiva, dan Australia turut mengikuti program ini.
“Bagi Bapak/Ibu yang ingin menitipkan zakat atau sadaqah untuk muslim Kamboja, Forsimas dengan senang hati akan membawanya. Titipan dapat berupa uang, Alquran, mukena, atau kain sarung.
Pengurus Forsimas lainnya, Teuku Farahan, mengatakan, kalau makan di sana (Kamboja) jangan lupa lihat tanda halal, karena menu khas di sana nasi daging babi.
“Kalau Ramadan di sana orang muslim suka makan sie reuboh. Kebetulan bahasanya sama dengan bahasa Aceh. Ini bukti bahwa Aceh dan Campa (Kamboja) dulunya ada hubungan. Ada banyak kata-kata bahasa Khamer yang sama dengan bahasa Aceh, seperti camca, tutong, touge, sie (daging), dan lain-lain,” kata Teuku Farhan.
Bagi Anda yang ingin beramal di bulan suci Ramadan ini, silakan hubungi Ketua Muslimat Forsimas (Musmara), Dr. dr. Zinatul Hayati, M.Kes, Sp.MK, HP: +6281360335302.[] (rel)


