Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaNewsMeihua Gugur Sambut...

Meihua Gugur Sambut Musim Semi

Oleh: Al-Zuhri

SETIAP negara memiliki identitas tertentu yang menjadi simbol atau karakteristik dari negara tersebut, yang dengannya pula dikenal luas oleh dunia. Contohnya saja dalam hal bunga. Indonesia memiliki melati putih, anggrek bulan, dan padma raksasa sebagai bunga nasionalnya. Belanda, Iran, dan Turki memiliki tulip, Amerika dan Inggris memiliki mawar. Jepang memiliki sakura, Ukraina memiliki bunga matahari, India memiliki lotus, Singapura memiliki vanda miss joaquim, Thailand memiliki tengguli, dan lainnya. Begitupun Republik Rakyat Tiongkok (RRT), memiliki meihua sebagai bunga nasionalnya.

Meihua sering pula kita dapati pada karya seni lukis senimannya, pasalnya ini adalah bunga kebanggaan negeri pengguna sumpit ini. Waktu mulai bermekaran meihua adalah antara akhir musim dingin dan awal musim semi. Meihua mekar dan gugur bak mengiringi pergantian musim. Bunga ini turut pula memberi sinyal bahwa musim dingin akan segera berakhir dan musim semi sudah menanti.

Meihua mungkin lebih familiar dengan sebutan plum blossom, layaknya sakura yang juga dikenal dengan sebutan cherry blossom. Sekilas jika kita lihat wujud kedua bunga ini hampir sama, pada kenyataannya berbeda. Bahkan tak sedikit orang keliru menyangka meihua adalah sakura. Tanda tanya besar di kepala kita adalah bagaimana perbedaan keduanya ini bukan?

Ada beberapa perbedaan yang jelas terlihat diantara kedua bunga ini. Meihua mekar lebih awal dari bunga sakura yaitu pada pertengahan februari, sedang sakura pada maret atau april nantinya. Sakura berbentuk oval yang dari satu kelopaknya ada kemungkinan muncul lebih dari satu bunga. Sedang meihua hanya akan ada satu bunga dari masing-masing kelopaknya. Inilah yang menjadi salah satu ciri utama yang membedakan antara keduanya. Dan masih ada beberapa perbedaan lainnya yang bisa kita lihat dengan seksama.

Sekarang adalah saat yang tepat pelesir ke RRT untuk melihat meihua mekar cantik. Apalagi selanjutnya sakura jua ikut menunggu giliran mekar. Sebab sakura juga bisa kita temui di sini kala musimnya tiba. Bunga ini benar-benar diberi perawatan khusus oleh sebagian pemelihara. Bukan seperti pohon liar yang dibiarkan begitu saja.

Jika anda melihat wujud meihua mungkin anda akan berfikir ia berasal dari Jepang atau Korea. Lantaran di Jepang dan Korea kita juga akan menjumpainya. Tetapi jangan salah, sebenarnya bunga yang sering dijadikan objek sastra dan seni lukis ini berasal dari RRT bagian selatan, sekitaran sungai Yangtze. Dari sanalah kemudian diperkenalkan secara luas ke daratan Jepang, Korea, Taiwan, dan Vietnam. Yuan yang pada 21 juli 1964 menjabat sebagai eksekutif RRT menyatakan secara resmi meihua sebagai bunga nasional dari negeri yang terkenal dengan pandanya ini.

Bunga ini menjadi simbol ketahanan dan ketekunan dalam menghadapi kesulitan, hal ini dikiaskan pada kondisi mekarnya. Lantaran bunga ini dapat berseri bahkan di dalam dinginnya guyuran salju. Sedang di negeri matahari terbit (Jepang), bunga ini dikenal dengan sebutan ume dan menjadi lambang kebahagiaan.

Pajangan bunga plastik yang menyerupai meihua juga banyak kita dapati saat perayaan tahun baru imlek berlangsung, termaksud di Indonesia. Meihua sering dikaitkan dengan keindahan, kekuatan, dan kesucian. Dikarenakan meihua berbeda dengan bunga yang kita lihat pada umumnya. Bunganya muncul ketika pohonya masih belum ditumbuhi helai daun dan dalam rangkulan suhu udara yang masih rendah (dingin). Daunnya baru bermunculan setelah bunganya luruh ke lantai bumi.

Khusus di kota Wuhan saja setidaknya ada beberapa lokasi memungkinkan kita dapat menyaksikan meihua mekar anggun, yaitu di East Lake, Yellow Crane Tower Park, Wuhan University, Huazhong University of Science and Technology, Central China Normal University, Zhongsan Park, Wuhan Botanical Garden, Ma’anshan Forest Park, Jiefang Park, Tang Lake Park, Qingshan Park, Turtle Mountain Scenic Area, Qintai Green Square, dan lainnya.

Bunga ini memiliki beberapa warna ada putih, merah, merah muda, dan kuning. Baunyapun sungguh harum menawan. Anda mungkin juga pernah mencium wangiannya baik itu secara langsung maupun tidak. Melalui parfum, sabun, deterjen atau pewangi ruangan misalkan, dan berbagai hal lain yang anda konsumsi tinggal lihat saja komposisinya. Sudah pernah melihat dan merasakan kelembutan wangi meihua? Jika belum jangan lewatkan kesempatan ini![]

OLEH AL-ZUHRI, Alumnus Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) Aceh, penerima China Scholarship Council pada Studi Master Communication Studies di Huazhong University of Science and Technology melaporkan dari Republik Rakyat Tiongkok.

Baca juga: