LHOKSUKON – Jembatan di Gampong Matang Sijuek Teungoh, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, nyaris ambruk ke sungai. Pemerintah Aceh pernah mengalokasikan dana Rp4 miliar dalam APBA 2017 untuk membangun jembatan di jalan lintas Baktya Barat-Lhoksukon itu, tapi gagal ditender. Ketua DPRA, Tgk. Muharuddin, meminta eksekutif mengajukan kembali anggaran tersebut agar dapat direalisasikan tahun 2019.

“Saya lihat kondisinya semakin mengkhawatirkan, karena badan jembatan itu mulai amblas ke sungai dan terancam putus,” ujar Tgk Muharuddin, Selasa, 23 Oktober 2018.

Tgk. Muharuddin didampingi Ketua Komisi D DPRK Aceh Utara, Mawardi M., alias Tgk. Adek, meninjau jembatan tersebut, dua hari lalu. “Menurut masyarakat, setelah hujan deras, air sungai meluap melewati badan jembatan itu, sehingga masyarakat sulit melintas dengan kendaraan,” kata politikus Partai Aceh itu.

Menurut Tgk. Muharuddin, pembangunan kembali jembatan di Matang Sijuek Teungoh sejatinya dilaksanakan dengan dana APBA 2017 senilai Rp4 miliar. Namun, kata dia, proyek itu gagal ditender oleh Pemerintah Aceh lantaran persoalan teknis.

“Masyarakat setempat sangat berharap jembatan tersebut segera dibangun kembali. Untuk itu, kita minta Pemerintah Aceh segera mengusulkan kembali anggaran dalam APBA 2019 agar pembangunan jembatan ini dapat dikerjakan, sehingga memudahkan akses masyarakat,” ujar Tgk. Muharuddin.

Tgk. Muharuddin juga meninjau jembatan di Gampong Asan Krueng Kreh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara. Jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Kecamatan Pirak Timu sebagai akses menuju Kecamatan Cot Girek, Matang Kuli hingga Lhoksukon.

“Jika tidak ada jembatan ini, saat banjir besar kami terisolir,” kata Camat Pirak Timu, Ismuhar, didampingi sejumlah perangkat Gampong Asan Krueng Kreh kepada Ketua DPRA, Tgk. Muharuddin, saat meninjau jembatan itu, dua hari lalu.

Menurut Ismuhar, selama ini masyarakat Pirak Timu harus melewati beberapa jalur alternatif dengan jarak tempuh cukup jauh untuk menuju Lhoksukon, yaitu melalui Jembatan Putih Alue Bungkoh, Pange, dan KM I.

“Masyarakat, khususnya bagi yang bekerja ke luar Pirak Timu dan juga anak-anak sekolah harus menempuh jarak 15 kilometer untuk menuju Lhoksukon. Dengan memutar melewati beberapa kecamatan menuju Lhoksukon dengan kondisi jalan yang rusak dan tidak teraspal. Jika ada jembatan ini (Asan Krueng Kreh) jarak tempuh hanya 2,5 kilometer ke Lhoksukon,” ujar Ismuhar.

Kepada Tgk. Muharuddin, warga setempat juga menyampaikan, jembatan di lokasi itu awalnya jembatan gantung yang sudah ambruk ke sungai beberapa tahun lalu. Pemerintah kemudian membangun abutment jembatan. “Tapi tidak dilanjutkan pembangunan badan jembatan sampai tuntas, terkesan seperti jembatan Abu Nawas,” kata Tgk. Muharuddin.

“Sama seperti jembatan di Matang Sijuek Teungoh, Baktiya Barat, pembangunan jembatan di Gampong Asan Krueng Kreh, Pirak Timu, harus menjadi prioritas Pemerintah Aceh di tahun 2019, karena memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Ketua DPRA.[](rel)