Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaInspirasiTeknoMemajukan Pariwisata Desa...

Memajukan Pariwisata Desa Melalui Medium Digital

LHOKSUKON – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Kamis, 2 Desember 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Memajukan Pariwisata Desa Melalui Digital”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen mahasiswa IAIN, mahasiswa Unimal, guru se-Aceh Utara, dosen, dan masyarakat umum, dihadiri oleh sekitar 333 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Resista Vikaliana, S.Si., M.M., Akademisi Bid. Manajemen, Penulis Buku, Penggiat Taman Bacaan KBM; Meida Rachmawati, S.E., M.M., M.H., Dosen dan Direktur Nusantara Training and Research; Muhammad Nasrullah, S.Pd., M.Si., Dosen Unimal Mantan Ketua Umun HMI Cabang Lhokseumawe, Alumni Universitas Indonesia (UI); dan Anna Miswar, S. Pd.I., M.AG., Ketua Persatuan Guru Nahdatul Ulama. Rezky Firmansyah sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Pada sesi pertama tampil Resista Vikaliana, S.Si., M.M., memaparkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menilai, dengan promosi melalui digital, desa wisata dapat lebih luas memperkenalkan tempat tersebut agar lebih banyak wisatawan yang datang.

Giliran pembicara kedua, Meida Rachmawati, S.E., M.M., M.H., menjelaskan teknologi memberi kemudahan kita dan tentu dengan kemudahan tersebut kita harus melihat safetynya, keamanan dalam berteknologi.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Muhammad Nasrullah, S.Pd., M.Si., mengatakan pada bulan januari 2020 pengguna internet terbesar adalah India sedangkan Indonesia juara 3 dengan angka user naik adalah 25.365,368 user dengan presentase 17%.

Pembicara keempat, Anna Miswar, S. Pd.I., M.AG., menuturkan di mana pun kita berada kita akan menggunakan media sosial, kita juga perlu ketahui juga manfaat dan negatifnya dari media sosial.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Taufik Hidayat yang bertanya adakah tantangan bagi kita jika kita menggunakan sumber daya digital sebagai tempat untuk mempromosikan kebudayaan ataupun wisata-wisata yang ada di tempat tinggal kita? Narasumber Muhammad Nasrullah, S.Pd., M.Si., menanggapi tantangannya adalah kalau kita lihat dalam mempromosikan budaya tergantung dari konten diri kita. Selagi konten kita menarik itu bisa menarik perhatian orang. Dan kita perlu ketahui dan pelajari algoritma dari sosial media.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Utara. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](ril)

Baca juga: