BANDA ACEH – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banda Aceh bertekad untuk membangkitkan kembali kejayaan songket Gampong Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, sebagai produk unggulan. Diharapkan produk ini dapat bersaing dengan hasil kerajinan tenun songket dari daerah lainnya di Indonesia.
“Gampong Lamgugop di masa lalu merupakan sentra produksi songket di Aceh. Menurut sejarahnya, keluarga Kerajaan Aceh pun sering memesan songket dari gampong ini,” ujar Wakil Ketua Dekranasda Banda Aceh, Fauziah Zainal Arifin saat menutup Pelatihan Tenun Songket se-Banda Aceh, di Aula Serba Guna Lamgugop, Sabtu, 5 Mei 2018.
Menurut Fauziah, pelatihan diikuti 10 perajin itu digelar Dekranasda bekerja sama dengan Disnaker Banda Aceh. Hal ini, kata dia, sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya serta membuka peluang usaha bagi perajin guna meningkatkan pendapatan keluarganya.
“Usai pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat terus berkarya dengan kreatif dan penuh inovasi yang tinggi dalam menciptakan motif-motif khas Banda Aceh sehingga semakin diminati oleh para konsumen. Kualitas juga sangat penting untuk dijaga,” ujar istri Wakil Wali Kota Banda Aceh ini.
Dia mengharapkan, produksi songket di Gampong Lamgugop ini dapat terus berjalan dengan pendampingan panitia pelatihan. “Keuchik juga dapat mendukung dengan memanfaatkan dana gampong, dan memfungsikan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) untuk membina kelompok perajin yang telah kita latih ini,” kata Fauziah.
“Pemasarannya juga harus dilakukan dengan efektif dan efisien sehingga pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan secara otomatis menjadi barometer keberhasilan pembangunan gampong,” ujarnya.
Dia menambahkan, produk tenun songket Aceh sangat diminati wisatawan lokal maupun luar negeri sebagai oleh-oleh atau souvenir khas Banda Aceh. “Untuk promosi dan pemasarannya Dekranasda dan Disnaker siap memfasilitasinya dan mendukung penuh para perajin songket di Lamgugop,” kata Fauziah.[](rel)



