Kita sebagai manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan. Hendaknya di bulan Syakban, juga bulan lainnnya, untuk memperbanyak istigfar. Sangat banyak faedah dan kelebihannya.
Di antara faedah istigfar, seperti dalam Biografi Imam Bukhari, yang ditulis Imam Muhammad bin Ahmad Fadhl, adalah melebur dosa, menutup cela, melancarkan rezeki, keselamatan diri, terjaga harta benda dan tercapai cita-cita, dan kedekatan diri dengan Allah Dzat Maha Pembalas amal. Jadi, baju yang kotor lebih membutuhkan sabun daripada minyak wangi supaya kotoran-kotoran hilang dan hati menjadi terang. Anugerah hanyalah milik Allah.
Pernah seseorang mengeluhkan kemarau kepada Hasan al-Bashri, beliau pun menasihati: Beristighfarlah kepada Allah!
Seorang lain datang dan mengeluhkan kemiskinan, beliau menasihati: Beristighfarlah kepada Allah!
Seorang lagi datang mengeluh tidak memiliki anak, maka Hasan berpesan: Beristighfarlah kepada Allah! Kepada mereka, Hasan membacakan ayat-ayat istighfar.
Dalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa Umar r.a., pada suatu hari memohon hujan, tetapi beliau tidak lebih hanya membaca istighfar. Orang-orang bertanya: Kami tidak melihat engkau menambahkan selain istighfar?
Umar menjawab: Aku memohon hujan dengan kunci- kunci langit.
Selanjutnya beliau membaca firman Allah: Dan hendaklah kalian memohon ampunan kepada Tuhan kalian kemudian bertaubatlah kepada-Nya niscaya Dia akan selalu memberikan kesenangan yang bagus kepada kalian sampai pada masa yang tertentu.(QS. Hud: 3)
Allah berfirman mengisahkan Nabi Yaqub alaihissalaam: Aku akan memohonkan ampunan untuk kalian kepada Tuhanku. (QS. Yusuf: 98)
Disebutkan, Nabi Yaqub mengakhiri istigfar sampai waktu sahur di malam Jumat dan kebetulan bertepatan dengan malam Asyura.
Dikatakan pula, agar beliau mengerti kesungguhan taubat dan keikhlasan mereka (para saudara Nabi Yusuf). Dikatakan juga, beliau bermaksud melanggengkan istigfar atas mereka. Diriwayatkan bahwa beliau memohon ampunan untuk mereka setiap malam Jumat dalam rentang waktu 20 tahun lebih.
Istigfar Nabawi
Sekian banyak istigfar, salah satunya Istigfar Nabawi. Ini disebutkan dalam sebuah hadis, dari Jabir bin Abdillah r.a. Ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan mengeluh: Duhai dosa-dosaku, duhai dosa-dosaku. Ucapan ini ia ulang sampai dua atau tiga kali hingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepadanya: Katakanlah: Ya Allah, ampunan-Mu lebih luas daripada dosa-dosaku, kasih saying-Mu lebih saya harapkan daripada amalku.
Lelaki itupun mengucapkannya. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Ulangilah! Ia mengulangi. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Ulangilah! Ia mengulangi. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Bangkitlah karena sesungguhnya Allah telah mengampunimu! (HR Hakim).[]
Sumber :dinulislamnews.com



