SIGLI – Bagi Anda yang sedang melakukan arus balik menuju Banda Aceh atau sebaliknya, khususnya yang menggunakan kendaraan pribadi, sempatkan mampir di warung Mie Kocok Lampoh Saka, Kabupaten Pidie.

Sesuai namanya, warung ini menyediakan hidangan berupa mie kocok yang siap memanjakan lidah Anda. Selain mie kocok, warung ini juga menyediakan hidangan berupa bubur kanji.

Mie kocok Lampoh Saka adalah hidangan berupa mie kuning yang disiram dengan kuah udang yang kental. Sebagai pelengkap ada juga potongan telur rebus, perkedel dan kerupuk mulieng atau kerupuk melinjo. Lebih nikmat karena ada taburan daun seledri dan bawang gorengnya.

Jika Anda melaju dari arah Banda Aceh, warung ini berada di sebelah kiri. Hanya terpaut beberapa puluh meter dari gudang bus Kurnia di Lampoh Saka, Kecamatan Indra Jaya, Pidie.

Warungnya berupa ruko satu pintu yang diisi dengan beberapa meja untuk tempat duduk pelanggan. Di samping ruko ada sedikit lahan kosong yang juga dimanfaatkan untuk meletakkan sejumlah kursi dan meja.

Mie kocok Lampoh Saka menjadi salah satu 'primadona' bagi pemburu kuliner di daerah itu. Apalagi saat-saat lebaran seperti ini. Pengunjung yang datang sampai membeludak.

Hal ini diakui Cut Darnisah, warga Pidie yang kini menetap di Banda Aceh. Icut yang baru mengetahui keberadaan warung ini setahun lalu langsung ketagihan setelah menyicip kelezatannya. Sebelumnya ia hanya mendengar dari mulut ke mulut saja.

“Hari ini menyempatkan diri untuk datang ke sini, walaupun harus menunggu lama seperti ini nggak masalah, yang penting bisa mencicipi mie kocok Lampoh Saka,” kata Icut kepada portalsatu.com di lokasi, Jumat, 8 Juli 2016 lalu.

Amatan portalsatu.com, pengunjung yang datang belakangan terpaksa harus menunggu untuk mendapatkan tempat duduk. Para pengunjung umumnya datang bersama teman maupun dengan keluarga mereka.

Jika Anda datang di musim ini, maka Anda bisa menyantap sepiring mie kocok sambil menikmati pemandangan berupa hamparan sawah yang menghijau. Ya, warung ini memang berada di areal persawahan.

Banyaknya pelanggan membuat pramusaji sampai kewalahan. Alhasil, mereka hanya melayani pelanggan yang makan di tempat saja.

Meunye neupuwoe jeut kak, tapi payah neupreh beutrep, kamoe hana janji,” kata seorang pramusaji kepada pelanggan.

Untuk menikmati mie kocok ini Anda hanya perlu mengeluarkan Rp 10 ribu untuk setiap porsinya. Harga yang ekonomis bukan? Warung ini buka mulai dari pukul sepuluh pagi. “Tutupnya tidak menentu, kalau persediaan sudah habis kita langsung tutup,” kata salah satu pramusaji.[](ihn)