Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaMendikbud Anies Baswedan:...

Mendikbud Anies Baswedan: Saya Termasuk Pembaca ‘Ini Budi’

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan punya kenangan soal buku 'Belajar Membaca dan Menulis' tahun 80-90an yang populer dengan istilah 'ini budi'. Dia adalah salah satu pembacanya.

“Saya termasuk salah satu yang baca buku itu kok. Dulu saya baca,” kata Anies di sela-sela acara Hari Pendidikan Nasional di kantornya, Senayan, Jakarta, Senin (2/5/2016).

Menurut Anies, peran buku tersebut cukup baik dalam dunia pendidikan. Pihaknya memberikan apresiasi pada Siti Rahmani Rauf (97) sebagai salah satu penulis buku dan pembuat ilustrasi metode baca “Ini Budi” yang telah memberikan karya pada Indonesia.

detikcom kemudian memberikan kabar soal kondisi Siti Rahmani yang kini tergolek lemah di rumahnya di tengah usia 97 tahun. “Nanti kita akan lihat,” jawabnya merespons cerita soal kondisi Siti.

Sebelum ada metode baca “Ini Budi”, anak-anak Indonesia membaca dengan metode eja sederhana, seperti ba-ba, ba-bi, ba-bu. Siti Rahmani Rauf (97) kemudian mengenalkan alat peraga dan buku metode “Ini Budi” berdasarkan struktur keluarga. 

Maka, jadilah Budi beserta bapak dan ibunya menjadi populer dan ikonik bagi anak-anak Indonesia 80-90-an. Tak cuma itu, Siti jugalah yang membuat ilustrasi Budi dan ibu-bapaknya itu dalam buku pelajaran membaca. Saat itu, sekitar tahun 1980-an, Siti, menurut Karmeni Rauf sang putri, menyanggupi membuat metode baca beserta ilustrasinya karena menerima proyek dari Kementerian Pendidikan. Metode yang dibuat Siti, disebut Eni – sapaan Karmeni Rauf- adalah metode Struktur Analisa Sintesa (SAS) yang cocok dengan gaya belajar anak usia 6-7 tahun.

Eni menjelaskan, ketika anak kelas 1 SD diajarkan metode seperti itu mereka lebih mudah menerima pelajaran. Anak-anak dirasakannya lebih cepat untuk bisa membaca, Guru-guru pun juga merasa terbantu.

“Metode ini mempermudah guru dan mengaktifkan anak untuk beraktivitas, mencari kartu kalimat, tempel, balik lagi. Jadi aktif, anak nggak pasif. Anak bukan duduk diam catat dengar saja. Itu kelebihan metode SAS,” tutur Eni.

Buku metode “Ini Budi” kini memang tak dipakai lagi dalam kurikulum SD. Eni yang juga guru Sekolah Dasar ini kini prihatin bahwa anak-anak sekarang sudah bisa baca-tulis-hitung kala masuk SD.[]Sumber:detik.com

Baca juga: