JAKARTA Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengungkapkan rasa dukacitanya terhadap almarhumah Siti Rahmani Rauf. Menurut dia, puluhan juta anak Indonesia tentu merasa kehilangan sosok penulis buku pelajaran SD “Ini Budi” ini.
Beliau wafat meninggalkan aliran pahala yang luar biasa, kata Anies, kepada wartawan di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta, Rabu 11 Mei 2016.
Sebagai seorang Muslim, dia meyakini bahwa semua amalan manusia akan putus. Dalam hal ini kecuali tiga amalan, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa kepadanya. Almarhumah Siti Rahmani Rauf jelas telah menorehkan ilmu yang bermanfaat sehingga tak terputus amalannya.
Menurut Anies, almarhumah merupakan sosok yang sangat teladan bagi masyarakat Indonesia. Puluhan juta anak Indonesia telah diajarkan keilmuan bahasanya yang terus dimanfaatkan sampai saat ini. Saya doakan semoga beliau mendapat tempat termulia di sisi Allah SWT, tegas Mendikbud.
Siti Rahmani Rauf mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 21.20 WIB, Selasa (10/5). Almarhumah disemayamkan di rumah duka, Jalan Jati Petamburan I, nomor 8, RT 02, RW 01, Jakarta Pusat.
Siti Rahmani Rauf lahir di Padang pada 5 Juni 1919. Ia merupakan seorang pendidik yang juga penulis buku peraga pelajaran bahasa Indonesia “Ini Budi” pada era 1980-an dengan menggunakan tokoh Budi yang kemudian menjadi terkenal di Indonesia.
Metode pembelajaran bahasa yang sekaligus menggunakan alat peraga, yang disebut Struktur Analitik Sintesis (SAS) Bahasa Indonesia ini dianggap menyenangkan bagi siswa SD pada masa itu. Buku itu mampu membantu para murid menjadi lebih cepat bisa membaca.
Menurut Anies dalam keterangan tertulisnya, buku peraga “Ini Budi” yang sangat populer itu kemudian digunakan di hampir seluruh kota di Indonesia. “Ini Budi, ini ibu Budi, ini bapak Budi” adalah kalimat yang kemudian amat terkenal pada era 1980-an hingga 1990-an.[]Sumber:republika

