Oleh: Taufik Sentana*

(Benar kata hikmah: dimanapun anda  berada bertanggung jawablah atas kelangsungan ajaran Islam).

Aktivitas Nabi yang paling menonjol adalah mengajar. Menyampaikan kebenaran, konsep hidup yang tepat, memberi peringatan dan harapan. Demikian halnya dengan Baginda kita Muhammad saw. Beliau adalah guru terbaik, ayah terbaik, panglima terbaik, pemimpin terbaik, manusia terbaik dst. Beliau merangkum semua kebaikan, sehingga menjadi uswah,teladan paripurna.

Dari ucapan, perilaku dan contoh hidupnya berisikan pelajaran terbaik dan hakikat hidup yang lengkap.
Dalam setiap kondisi dan situasi Baginda Muhammad Saw selalu tampil sebagai pengajar, pendidik dan pembimbing. Menjadi lentera, mengajarkan Al Qur'an dan hikmah.
Seorang pelajar dan pengajar berada di posisi tinggi dalam ajaran Islam, keduanya diganjar dengan jaminan yang berbeda. Si pelajar akan mendapat lindungan sayap malaikat (doa) dan ditulis sebagai yang menempuh di jalan Allah. Si pengajar akan didoakan oleh segenap makhluk, termasuk ikan di laut dan diganjar dengan pahala mengalir.

Materi utama ajaran Nabi adalah Wahyu, ialah Alquran. Diantara isinya ada hukum dan hikmah, sejarah dan janji kebenaran akhirat. Selebihnya Baginda mengajarkan bagaimana menjalani hidup selayaknya manusia, seorang musafir, dengan bekal iman dan amalan yang dipertimbangkan.

Tak ada sisi hidup yang tak diajarkan oleh Baginda, dari cara tidur dan bangun tidur. Dari cara menguap dan memimpin ummat. Dari panduan agama yang murni hingga ke hal hal kecil dan detil. Baginda mengajarkan cara berdagang dan bertetangga, bahkan Ia mengajarkan bagaimana membuka dan melepas pakaian serta bercanda dengan anak kecil, cucu dan istri.
Hal hal itu dan lainnya ia ajarkan secara langsung dalam halaqah dan pertemuan. Atau ia ajarkan lewat soal jawab dengan sahabatnya. Selebihnya diajarkan dalam sikap-laku sehari hari.

Demikianlah, apa yang kita dapat tentangnya adalah karena jasa para pengajar, pendidik, guru dan ulama kita.
Menjadikan kegiatan mengajar sebagai muara kegiatan kita adalah paling mulia. Tentu dengan kapasitas dan potensi masing masing. Baik sebagai seorang ayah atau sebagai guru di sekolah. Atau seorang pedagang dengan sikap jujur dan nasihatnya, seorang teman dengan teman lainnya. Setiap kita akan menjadi pengajar bila mengetahui apa yang akan disampaikan dan untuk apa itu disampaikan.
Sebaik baik ajaran adalah isi Alquran dan mencintai Nabi lewat sunnahnya, menjaga persaudaraan dan menebar Rahmat bagi sekalian makhluk. Benar kata hikmah: dimanapun engkau berada bertanggung jawablah atas kelangsungan ajaran Islam.[]

*Praktisi pendidikan Islam.