Dia memiliki jiwa dagang yang mengalir dari ayahnya. Eks-pejuang GAM ini merupakan cucu Hasan Komite, pejuang zaman penjajahan Jepang dan DI/TII Aceh.

Fauzi Yusuf, namanya. Akan tetapi, ia akrab disapa Sidom Peng. Sidom dalam bahasa Indonesia artinya “semut”, dan peng ialah “uang”. Jadi, Sidom Peng bermakna “Semut Uang”.

Sidom Peng telah ditetapkan sebagai calon Wakil Bupati (Wabup) Aceh Utara yang akan mendampingi Muhammad Thaib atau Cek Mad sebagai calon incumbent (petahana). Pasangan calon Bupati-Wabup Aceh Utara ini akan diusung Partai Aceh (PA) pada pilkada 2017.

Informasi tentang Sidom Peng ditetapkan sebagai calon Wabup Aceh Utara mulanya mencuat di sela-sela pertemuan Ketua Umum PA/KPA Muzakir Manaf (Mualem) dengan jajaran PA/KPA dan para calon bupati dan calon wali kota yang diusung PA, di Balee Pemenangan Mualem, Lampriet, Banda Aceh, 2 Agustus 2016. Saat itu, portalsatu.com/ menulis: 'Si Dompeng'. Namun, belakangan diketahui, yang benar ialah 'Sidom Peng'.

(Baca: Si Dompeng Calon Pendamping Cek Mad di Pilkada 2017)

***

Lahir di Meunasah Keh, Kecamatan Nibong (pemekaran dari Kecamatan Tanah Luas), Aceh Utara, 1 Januari 1971, Fauzi berasal dari keluarga pedagang. Jiwa dagang yang mengalir dari ayahya membuat Fauzi menjadi pengusaha. Dia menjadi vendor atau kontraktor ExxonMobil sejak 1995.

Tiga tahun kemudian, Fauzi resmi menjadi bagian dari perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di wilayah Pase. “Karena lon kalon perjuangan GAM cukup jroh untuk bangsa Aceh,” ujar Fauzi kepada portalsatu.com/ lewat telpon seluler, Kamis, 4 Agustus 2016, sore.

Mungken jiwa perjuangan ditron dari nek lon, (almarhum) Hasan Komite, pejuang masa Jepang dan DI/TII (Aceh),” kata Fauzi lagi.

Di tubuh GAM, Fauzi mendapat kepercayaan memanggul jabatan Keuangan Sagoe sejak 1999. Sejak saat itu, nama panggilan untuk Fauzi pun berubah menjadi Sidom Peng.

Karna katamat peng, makajih jimat lakap meunan (karena saya pegang uang, makanya dipanggil peng/uang),” kata Fauzi.

Fauzi melanjutkan, “Jilakap sidom, mungken karna kulet lon itam, dan masa nyan lon pakek kendaraan Binter Merzy, mungken mirip sidom (dipanggil sidom/semut, mungkin karena kulit saya hitam, dan saat itu saya memakai kendaraan Binter Merzy, mungkin mirip semut)”.

Makajih geucok lakap meunan, Sidom Peng. Lakap  nyan kajimat sampoe jinoe (makanya dipanggil Sidom Peng/Semut Uang. Itu menjadi nama panggilan sampai saat ini),” ujar Fauzi terkekeh.

“Memegang uang” masih menjadi tanggung jawab Fauzi alias Sidom Peng sampai saat ini di internal Komite Peralihan Aceh Wilayah Pase.

Setelah menjadi Keuangan Sagoe sejak 1999 sampai 2002, Sidom Peng kemudian diangkat sebagai Keuangan GAM Daerah III Tgk. Syiek Di Paya Bakong, 2002-2011. “Tahun 2011 sampai (Pilkada) 2012, saya dipercaya menjadi Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati-Wabup Aceh Utara Cek Mad-Muhammad Jamil (Bupati-Wabup saat ini),” katanya.

Jabatan Sidom Peng lantas menjadi Keuangan KPA Wilayah Pase, 2012 sampai saat ini. Dia pernah pula memimpin Asosiasi Vendor/Kontraktor di Lingkungan ExxonMobil, Aceh Utara. Asosiasi itu ia dirikan pascadamai Aceh, 2006. “Saya sebagai ketua asosiasi itu sampai 2010,” ujar Sidom Peng.

***

Sidom Peng kini mendapat amanah yang menjadi tantangan baru baginya. Sebagai calon Wabup Aceh Utara dari PA pada pilkada 2017.  “Nyoe amanah, Insya Allah, kasiap. Mudah-mudahan beu ‘ek ta peujak, beujroh untuk Aceh Utara,” katanya.

“Mohon dukungan dari semua eks-kombatan dan masyarakat Aceh Utara untuk saya dan Cek Mad guna melanjutkan visi misi Cek Mad,” ujar Sidom Peng.[] (idg)