“Hallo, Nyak Nah. Dipat? Oh, di rumoh. Kiban, kana peng bayeu utang? Alahhh, careng that bak peugah hana, baroesa kajak bak rumoh pak Geuchik dengen baje cukop lagak mirah meucrah-crah keunoe keudeh. Hana meupike lee gob, bak meuduk pih ka punggong ube raya hanjeut meuduk pih gob laen. Baje kana meusiploh mete ija abeh. Uroe nyoe kapeugah hana peng, careng that.”

“Preh beuh kujak ue rumoh kah dua minet teuk. Bek ka meusom, menyoe ka meusom kupeubeuretoh rumoh. Assalamualaikum.”

“Kek tu lah orang zaman sekarang, kalau bayar utang gak ada duit. Baje, abis kain 10-10 meter pun dia beli. Ka pugoe sang ureung lawet nyoe.”

Bagi para pengguna aktif media sosial Instagram dan Facebook di Aceh, dialog kocak itu pasti tidak asing lagi. Video https://www.instagram.com/p/BYpQnj_j2Hj/ yang diposting akun @bundacupoereal di Instagram itu sudah ditonton lebih dari 58.145 tayangan. Itu belum termasuk di Facebook dan yang membagikan.

Selain video berjudul “Bayar tang dulu bek gabuk bloe baje Ija 10 mete”, akun @bundacupoereal yang memiliki 19,6 K pengikut itu juga memposting puluhan video kocak lainnya, termasuk “my husbend”.

Siapa sangka, di balik peran “BundaCupoe” yang khas berbaju dongker dengan lilitan pashmina senada membalut kepala, ternyata ada sosok pemuda yang sangat kreatif. Namanya, Rendi Permata Yudha. Pemuda berusia 20 tahun itu merupakan putra asli Banda Aceh. Kini ia tercatat sebagai mahasiswa Unmuha, Jurusan Psikologi.

“Video-video itu lahir dari awal keisengan yang tidak sengaja. Untuk nama 'Cupoe Meureuhoy' itu diberikan oleh Miss Ina Syafriani, S.Pd., guru Bahasa Inggris saya sewaktu SMA. Sebutan bunda, saya pilih sebagai sapaan yang halus dan penuh makna,” ujar Rendi Permata Yudha mengawali perbincangan dengan portalsatu.com/ via aplikasi WhatsApp, Senin malam, 6 November 2017.

Beberapa tahun lalu, kata Rendi, ia aktif menjadi MC di acara nonformal. Namun pada 2015,  ia berhenti dan lebih memilih diam karena lingkungan sosial sekitarnya memandang sebelah mata tentang pekerjaannya sebagai MC. April 2017, Rendi dipertemukan dengan Furqan Alfaidz. Dialah yang mengembalikan semangat Rendi untuk menjadi diri sendiri.

“Tepat 21 Agustus 2017, saya mem-posting video pertama bertema 'My Husband'. Video itu tersebar luas dan dibagikan di akun-akun pengguna sosmed lainnya. Kenapa saya memilih karakter Bunda Cupoe, karena seorang ibu adalah sosok yang paling mulia di muka bumi ini,” ucap Rendi.

Untuk pembuatan video, Rendi tidak memiliki partner alias masih bersolo karier. Ide-ide kreatif yang tertuang dalam video murni dari pribadi, sesuai dengan permasalahan-permasalahan tentang seputaran keluarga.

“Semua ide mengalir begitu saja dan tertuang dalam video komedi. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur ketika video itu booming. Di luar dugaan perubahan yang saya alami sangat banyak. Saya yang dulunya dipandang sebelah mata, kini mulai dilirik. Banyak yang minta kenalan, foto bersama, bahkan saya pun bingung ketika ada yang ngefans berat sama saya. Meski haters tetap ada, tapi saya tidak peduli. Saya lebih memilih fokus pada video yang saya buat, yang paling saya syukuri ketika video saya dapat diterima semua kalangan dan usia,” ungkap Rendi yang juga aktif sebagai pengajar tari.

Rendi menambahkan, berkat asuhan almarhum Anton Sabang dan Yetty Mulyati, ia mulai menggarap beberapa tarian. Dua sosok itu sangat mendukung agar dirinya mampu menjadi seorang koreografer. Bahkan, ide kreatif yang dituangkan dalam video juga merupakan ajaran keduanya, yang selalu berpesan untuk selalu berpikir dan berbuat kreatif dalam segala hal.

“Kembangkanlah bakat yang dianugerahkan Tuhan pada kita. Jangan pernah memendamnya, dan juga mari kita saling mendukung semua bakat orang-orang yang ada di sekitar kita. Betapa indah hidup dengan warna-warni kreativitas dari bakat yang Tuhan anugerahkan. Satu kalimat dari Bunda Cupoe Meureuhoy, manusia tidak ada yang sempurna, tapi cobalah saling melengkapi satu titik kekurangan orang lain,” pesan Rendi menutup perbincangan. [] (*sar)