BANDA ACEH – Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Universitas Syiah Kuala mengadakan diskusi publik dan nonton bareng bertema “Menggali Fakta Buta Mei di Aceh” di Aula Fisip Unsyiah, Rabu, 25 Mei 2016.

Acara tersebut terselenggara atas dorongan semua pihak mulai dari mahasiswa itu, dosen dan aktivis aktivis. Untuk mendorong masyarakat sekarang untuk mengingat masa lalu yang sangat suram dengan kejadian konflik yang berkepanjangan di Aceh.

Pada kegiatan tersebut mahasiswa sangat antusias ikut serta dalam kegiatan nobar dan diskusi publik. Acara ini bisa memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa yang mayoritas ikut serta  jurusan ilmu politik.

Dalam sambutannya Sekretaris Himapol Fisip Unsyiah, Putri Mulya Sari, berharap bahwa seluruh peserta diskusi dan khusunya mahasiswa untuk lebih peka dan aktif mengkaji isu-isu masa lampau yang terjadi di Aceh. “Agar rentetan peristiwa yang pernah terjadi di Aceh dapat dipahami secara jelas oleh seluruh mahasiswa khususnya, dan berharap diskusi yang seperti ini akan terus berlanjut di Fisip,” katanya.

Apalagi status Darurat Militer pada masa tahun 2003 memberikan memori yang tidak bisa dihilangkan kebanyakan masyarakat di Aceh, karena kasus ini sudah menjadi kasus yang hangat pada tahun tersebut.

Salah seorang peserta diskusi mengatakan kalau kegiatan ini sangat bremanfaat dan menambah wawasannya sebagai mahasiswa.

“Acara ini sangat bagus bagi saya sendiri dan memberikan wawasan dalam hal aktor-aktor yang ikut serta sebagai pemain dalam konflik aceh,” kata Diah Utari.

Acara ini diharapkan bisa memberikan arahan bagi pemimpin sekarang untuk mencari fakta kejadian masa lampau.[]

Dikirim oleh Jakfar Gereku