Sebagian percaya bahwa masa muda merupakan bagian dari masa terindah. Atau lebih tepatnya sebagai masa terbaik. Tapi itu tergantung bagaimana waktu muda itu ditempuh dan dijalani. Disini kita menggunakan kata “mengkhawatirkan” dalam arti bahwa kita prihatin akan masa muda generasi kita yang habis percuma dan tanpa kebaikan yang dituai di usia tua.
Apa yang paling bahaya dari masa muda? yaitu kekosongan ilmu dan waktu tanpa aktivitas produktif. Ini harusnya menjadi sesuatu yang menakutkan, karena para pemuda menjadi penyambung masa depan umat dan bangsa. Sehingga mesti selalu menjadi prioritas setiap pemimpin dalam skala level apapun. Istilahnya, masa muda akan diperebutkan oleh pasukan baik dan pasukan buruk. Keduanya memandang bahwa masa muda lebih unggul dari segi fisik, energi, waktu, kemampuan intelek dan pikiran yang relatif terbuka. Kesemua itu bisa menjadi petaka bila seluruh potensi masa muda tadi terkondisikan dalam misi mubazir, negatifitas dan kelalaian semata tanpa adanya “tanggung jawab” sosial yang menjadi kontrol nilai bagi tercapainya cita cita masyrakat.
Sedari awal Nabi Mulia telah bersabda bahwa, seseorang bahkan akan mengikuti agama teman dekatnya. Ini mengindikasikan betapa berat pengaruh pergaulan dan lingkungan terdekat para pemuda.
Dari aspek ini saja bila perhatikan dengan seksama akan membuat kita semakin khawatir, bila tidak ada alternatif lain yang produktif dalam merefleksikan masa muda yang penuh dinamis, gejolak dan waktu yang lapang.
Disamping itu, pentingnya masa muda dipertegas lagi bahwa kelak, di mahsyar, setiap kita akan ditanya kemana masa muda itu dihabiskan?
Jadi untuk keberhasilan melampaui masa ini, kita mesti membantu generasi muda kita dengan menyiapkan jawaban terbaik prihal pertanyaan tadi, untuk hal apa saja masa muda dihabiskan?[]
Taufik Sentana
Peminat kajian sosial budaya.



