Senin, Juli 15, 2024

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar bakti sosial (Baksos) dan...

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...
BerandaOpiniMenjadi Pahlawan, ini...

Menjadi Pahlawan, ini Syaratnya!

Oleh: Taufik Sentana
Peminat literasi sosial dan budaya.

Mengutip Wikipedia, berikut definisi umum dari kata “pahlawan”: Pahlawan berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama,  adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.

Dari pengertian di atas, setidaknya ada tiga kata kunci terkaitan bahasan singkat kita kali ini. Pertama, buah karya, karya yang berguna. Kedua, keberanian. Ketiga, pengorbanan. Kesemuanya berdasarkan pada makna yang berdampak pada kepentingan umum, bukan semata mementingkan keuntungan diri sendiri.

Bicara soal karya, ini bisa kondisional sifat dan bentuknya. Pada zaman pergerakan, maka karya yang dibutuhkan adalah pemikiran yang bebas” dan kekuatan fisik, termasuk harta. Pun di zaman itu, yang dikatakan “musuh” juga bersifat jelas dan simetris, sedangkan di zaman sekarang, bila kita sepakat dengan kata ” musuh”, maka ia berbentuk tidak simetris, bisa apa saja, tidak mesti ideologi dan penjajahan fisik secara frontal. Musuh itu bisa berupa sistem birokrasi yang timpang, kebodohan dan kemiskinan. Sejatinya, dengan keadaan yang serba terbuka seperti sekarang, kita bisa berharap banyak pada pendidikan, sebagai bagian dari kunci membangun karya anak bangsa berdasarkan ragam sektor yang sesuai potensi utama siswa: Hal ini didapat bila pendidikan dikelola dengan semangat membangun kompetensi (bukan gengsi) siswa dan terhindar dari kecurangan.

Berkaitan dengan karya tadi, setiap lembaga pendidikan mesti turun tangan secara riil bagaimana mentransformasi potensi siswa yang unik menjadi karya terbaru dan relevan dengan kemajuan kini dan esok.

Kembali ke kata kunci tentang definisi pahlawan,  dua unsur lainnya murni membutuhkan energi sikap mental, yaitu keberanian dan pengorbanan. Keberanian mendukung seseorang untuk dapat berkarya maksimal di bidang yang diyakini, demikian juga pengorbanan, mutlak diperlukan dalam mencapai tujuan tinggi, di dalamnya mengandung unsur ikhlas dan keimanan.

Sesuai tema nasional tentang “Pahlawan Zaman Kini”, ketiga unsur di atas : karya, keberanian dan pengorbanan, menjadi prasyarat bagi pribadi dengan kualitas pahlawan, siapapun ia![]

Baca juga: