Hangzhou – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban ledakan di kota Davao, Pulau Mindanao, Filipina Selatan, Jumat (2/9).
“Sejak ledakan pada Jumat, kami terus melakukan koordinasi dengan KJRI Davao. Rekan-rekan (KJRI) sudah cek di tiga rumah sakit Davao City, sejauh ini tidak ditemukan korban warga Indonesia,” kata Retno di Hangzhou, Minggu (4/9/2016).
Adapun, tiga rumah sakit yang dilakukan pengecekan oleh KJRI Davao antara lain RS Philiphines Medical Centre, RS San Pedro dan RS Davao Doctors.
Sebelumnya diberitakan, setidaknya ada 10 orang tewas dan 60 lainnya luka-luka dalam ledakan bom di sebuah pasar yang terletak di kota Davao, Pulau Mindanao, Filipina Selatan.
Parahnya, ledakan terjadi saat Presiden Filipina Rodrigo Duterte melakukan kunjungan kerja di Davao.
Juru bicara kota Davao, Catherine dela Rey menyatakan bahwa penyebab ledakan belum diketahui hingga saat ini. []sumber:Inilah

