BIREUEN – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Aceh dalam rangka menghadiri Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, Sabtu, 22 Februari 2020.
“Kalau penyuluhnya loyo maka dipastikan pertanian di daerah itu akan loyo,” ucap Syahrul di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kota Juang di Desa Meunasah Dayah, Kota Juang, Bireuen, Jumat, 21 Februari 2020.
Kunjungan Mentan RI ke BP3K Kota Juang untuk melihat Kostra Tani. Kostra Tani yaitu pusat pembangunan pertanian tingkat kecamatan untuk optimalisasi tugas dan fungsi BP3K. Kunjungan Menteri Pertanian yang merupakan mantan Gubernur Sulsel itu dalam rangkaian kunjungan Presiden Joko Widodo.
Mentan didampingi Plt. Bupati Bireuen Muzakkar A. Gani, anggota DPR RI Komisi IV Dapil Aceh T.A. Khalid, Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar, anggota DPRK Bireuen Munazir Nurdin dan Zulfikar Apayub serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Pada kesempatan itu Syahrul Yasin Limpo menyapa petani di sejumlah daerah di luar Aceh melalui fasilitas teleconference dengan petani di Madina Sumatera Utara, petani di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, dan petani di Provinsi Lampung.
Menteri mengatakan sedang berusaha dan mengajukan ke presiden agar ke depan penyuluh pertanian dikembalikan di bawah kendali instansi pertanian. “Sekarang kan penyuluh di bawah yang lain,” katanya.
Syahrul menyatakan hingga kini masih ada persoalan dalam menyusun RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang harus dibenahi. Sebab data RDKK belum dapat tersusun dengan maksimal dan terintegrasi dengan baik.
“Kepada bupati saya minta agar mengurus pertanian dengan baik. Saya harap tahun ini hasilnya lebih baik dari tahun lalu. Kalau pertaniannya maksimal angka kemiskinan menurun dan bupati juga bangga,” imbuhnya.
Setelah memotivasi penyuluh di BP3K, Mentan RI dan rombongan menuju Desa Batee Raya, Kecamatan Juli, guna melakukan panen dan tanam jagung hibrida program Grand Design Alternative Development (GDAD). [Murdeli]



