Banyak yang menganggap bahwa menulis tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Walaupun itu mungkin benar, hampir semua kita memiliki kecakapan dasar untuk menulis. Baik saat SMA ataupun kuliah.

Memang diakui bahwa menulis, sebagai kemampuan, ia berkembang sesuai momen, minat dan faktor eksternal. Di samping itu, menulis juga bagian dari  membangun abstraksi gagasan dan butuh struktur mental dalam melakukannya. Menulis juga melibatkan seluruh bagian otak, perasaan, fisik dan waktu.

Beberapa tulisan butuh kedalaman, referensi akurat dan analisis yang tajam. Namun banyak pula tulisan, apalagi di era mobile dan digital sekarang,  yang bersifat taktis, ala kadar, informis dan bernilai hibur tinggi.

Sebagai medium ungkap, tulisan memang membutuhkan pengalaman (tertentu) dan gaya pemyampaian yang khas. Setiap kita bisa menyesuaikan konten dan gaya tulisan itu menurut karakter atau yang termudah.bagi kita. Yang penting kita dapat meramu setiap pengalaman dan peristiwa menjadi makna baru yang layak disajikan, baik sebagai hiburan, informasi atau pelajaran. 

Dalam poin ini menulis seperti membuat ekstrak dan memadu-padan semua unsur pengalaman agar berbuah makna. Minimal, tulisan itu menjadi jejak eksistensi dan ruang ekspresi yang melegakan.[]

Taufik Sentana
Bergiat di Prog. Menulis Kreatif. Beberapa tulisan bisa diakses di link gurusiana.com.
Sedang mengembangkan Program Guru Menulis. Menetap di Aceh Barat.