Dalam bentangan karpet merah
kursi kursi berderet di dekat cermin.
Jendela jendela terbuka tirainya
angin berhembus, meraba raba kursi,
di sampingnya jam yang bisu.
Pada waktunya kursi kursi itu
berdenyit, resah dan gerah.
Di luar rumah, orang orang menatap kisruh.
Menghitung sudut jalan tol
Menghitung data data baru di TPS
Menghitung kalah-menang.
Dan menghitung harga listrik.
Seakan kursi itu tak akan patah
sedang karpernya yang merah
masih terhampar
dengan sulaman ilusi revolusi mental.
Pada waktunya kursi itu
akan bercerita sendiri tentang
rindu-dendam dan gairah perbaikan.
Taufik Sentana
Penikmat sastra, sangat interes terhadap isu perubahan sosial. Menetap di Aceh Barat.


