Bur Gondang jaraknya sekitar satu jam perjalanan dari Kota Blangkejeren, ibu kota Gayo Lues. Untuk menuju ke sana juga sangat mudah, karena dilintasi oleh jalan nasional menuju Aceh Tengah. Kafe Bur Gondang yang menawar panorama senja berselimut kabut letaknya persis di atas bukit di sisi kanan jalan.
Kafe Bur Gondang dikelilingi hamparan kebun kopi menambah pesona. Menikmati hangatnya kopi di tengah hamparan kebun merupakan sebuah kepuasan tersendiri, semakin indah jika bisa menikmati matahari tenggelam di atas bukit berkabut itu.
Sensasi menikmati kopi di Bur Gondang sangat jelas terasa, kopi di sini ditanam dan dirawat secara alami, tanpa pestisida, sehingga digemari para pecandu kopi dari mancanegara. Kualitas kopi Pantan Cuaca sudah diakui dunia. Hanya saja permainan harga oleh para distributor membuat petani kopi Gayo tidak mendapat hasil yang maksimal. Pemerintah diminta untuk turun tangan.
Bur Gondang masuk ke dalam kawasan Kecamatan Pantan Cuaca, orang-orang sering menyebut kawasan nan asri alami itu sebagai mutiara yang tersembunyi di balik bukit. Sambil menyerumput hangatnya kopi panas di puncak Bur Gondang, kita juga bisa melihat hamparan lahan dan pemukiman penduduk di antara hijuanya alam negeri seribu bukit tersebut.
Bur Gondang memang identik dengan kopi, sepanjang jalan menuju ke sana berjejeran batang-batang kopi dalam kebun-kebun yang luasnya setentang mata. Bunga-bunga kopi yang bermekaran menambah aroma khas kawasan pegunungan itu.
Pantan Cuaca memang dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbaik di Gayo Lues. Berkebun kopi sudah menjadi mata pencaharian sebagian besar penduduk sembilan desa dalam kecamatan itu. Tapi meski demikian mereka juga tidak serta merta berpangku harap pada kopi semata, harga yang kadang-kadang berfluktuasi harus membuat mereka memikirkan pendapatan lain selain kopi, maka di sela-sela menamam kopi, mereka juga menyuling minyak serai wangi, serta beternak sapi dan kerbau.
Harga jual kopi Gayo sangat bergantung dengan permintaan pasar, ketika pemesan banyak, maka harga yang dibeli tauke sedikit naik. Namun, sebaliknya, ketika peminat sedikit, maka harga jual akan turun.
Pemerintah daerah setempat juga sedang berupaya mencari importir dari luar daerah, koperasi di Kecamatan Pantan Cuaca juga dimanfaatkan untuk menggandeng perusahaan yang mampu mengekspor kopi Pantan Cuaca.
“Sekarang sedang tahap survei dari salah satu perusahaan pengekspor kopi ke Eropa, mudah-mudahan berjalan baik sesuai harapan masyarakat, sehingga dengan adanya kerja sama ini, harga gabah kopi akan stabil,” kata Camat Pantan Cuaca, Salid.
Salid menambahkan Panta Cuaca memang mutiara yang tersembunyi di negeri seribu bukit, setiap jengkal tanahnya mampu menghasilkan rupiah dari hasil perkebunan kopi Arabika Gayo. Hanya saja, banyak petani membutuhkan pembukaan akses jalan menuju sentral perkebunan kopi.
Kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues memang ditanam dan dirawat secara original tanpa pestisida, kopi arabika Gayo yang dihasilkan juga memiliki kenikmatan tersendiri bagi pecandu.
“Masyarakat harus benar-benar menjaga kualitas kopi, sehingga rasa kopi Pantan Cuaca tetap beda dari kopi lainnya, kami akan terus mencapai target pengembangan kopi Gayo sesuai visi misi pemerintah daerah,” tegas Salid.[Win Porang]




