LHOKSEUMAWE – Pemerintah daerah diminta untuk menghidupkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK) guna melatih dan menyiapkan tenaga terampil menghadapi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Permintaan ini disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Malikussaleh (Unimal), Yulius Dharma, melalui portalsatu.com, Rabu, 15 Maret 2017.

Yulius mengatakan KEK Arun nantinya mampu menampung 30 ribu tenaga kerja. Dia menyayangkan jika warga sekitar tidak mampu mengoptimalkan peluang tersebut.

“Sangat disayangkan kesempatan di depan mata akan dimanfaatkan oleh orang dari luar daerah lain,” kata Yulius.

Menurutnya kehadiran KEK Arun sangat membutuhkan peran dari segala sektor, termasuk perguruan tinggi. Namun, Pemerintah Daerah (Pemda) juga dituntut lebih siap dalam menghadapi KEK tersebut.

“Menyangkut pengelolaan KEK Arun, saat ini memang masih adanya tolak tarik antara Pemerintah Aceh dengan Pusat (Jakarta),” kata Yulius.

Dia juga berharap mahasiswa sebagai calon tenaga kerja muda untuk mempersiapkan diri dengan berbagai kemampuan dan keterampilan. Mereka juga diminta meningkatkan keahlian dalam menghadapi KEK Arun Lhokseumawe.

LPPM Unimal, kata dia, selama ini terus menyosialisasikan dan membekali ilmu kepada mahasiswa untuk memiliki daya saing. Sehingga akan lebih siap dalam menghadapi peluang kerja yang ada.

“Peran perguruan tinggi untuk menghadapi KEK Arun Lhokseumawe sangat penting dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), maka kita membekali para  mahasiswa agar memiliki daya saing dalam dunia kerja,” kata Yulius.

Yulius berharap KEK Arun Lhokseumawe dapat segera terlaksana. Di sisi lain, Yulius juga berharap Pemerintah Aceh memeroleh saham tanpa ada yang mempermasalahkan. 

“Sehingga Aceh akan memiliki pendapatan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.[]