Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaMerah Sakti: Walkout...

Merah Sakti: Walkout di Sidang Paripurna Karena Tak Cinta Sama Daerah

SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti mengatakan aksi walkout salah satu unsur pimpinan dewan pada dalam sidang paripurna persetujuan bersama Rancangan Qanun (Raqan) tentang APBK tahun 2019 pada 30 November lalu karena yang bersangkutan tidak cinta kepada daerah ini.

Hal itu disampaikan Merah Sakti di sela-sela memberikan kata sambutan pada kegiatan Pencanangan Kampung KB Raja Mengkuta di Kampung Longkip, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam, Selasa, 4 Desember 2018.

Pernyataan itu berawal saat Merah Sakti menyebutkan APBK Kota Subulussalam 2019 telah diparipurnakan dan saat ini sedang dievaluasi Gubernur Aceh. Dalam anggaran tahun depan, kata Merah Sakti, ia mengalokasikan bantuan untuk Masjid Longkib Rp100 juta, termasuk Panji dan Sepang masing-masing Rp75 juta.

Lebih lanjut suami Hj, Sartina ini mengatakan masyarakat Longkib beruntung memiliki tokoh masyarakat yakni Anharuddin yang saat ini duduk di lembaga legislatif. Menurut Merah Sakti, sosok Anharuddin dinilai sangat peduli terhadap pembangunan daerah, hal itu dibuktikannya dengan tidak meninggalkan ruang sidang paripurna persetujuan bersama pengesahan Raqan APBK 2019.

Padahal saat itu, Wakil Ketua I DPRK Hj. Mariani Harahap walkout dari sidang paripurna diikuti rekannya, Heppi Bancin. Sementara Anharuddin yang juga berasal dari Partai Hanura bertahan dan mengikuti sidang paripurna sampai selesai.

“Syukur tokoh masyarakat, anggota dewan Anharuddin tidak meninggalkan sidang paripurna, dia begitu peduli terhadap pembangunan daerah ini,” ungkap Merah Sakti.

Merah Sakti kemudian menceritakan perjalanannya saat menjadi anggota dewan sejak masa Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam namun tidak pernah walkout dari paripurna.

“Saya juga pernah jadi anggota dewan sejak dari Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam, tapi saya tidak pernah walkout, kenapa? karena saya cinta daerah,” tegasnya.

“Ini belum ada-apa sudah meninggalkan sidang paripurna, padahal antara eksekutif dan legislatif harus sinergi. Tapi itulah kenyataannya,” timpalnya kembali.

Politikus Partai Golkar ini menegaskan meski pun ia sudah tidak lagi menjabat sebagai wali kota setelah berakhir pada 5 Mei nanti, namun ia tetap mencintai Kota Subulussalam tanah kelahirannya karena asal usulnya juga anak pinggir sungai (batang lae).

“Almarhum orang tua saya, tinggal di batang lae, hidup dan meminum air di batang lae, sampai kapan pun tidak saya tinggalkan Subulussalam, karena saya cinta sama daerah saya,” sebutnya.[]

Baca juga: