BULAN Muharram merupakan salah satu bulan yang mempunyai kelebihan tersendiri di antara bulan yang lain. Bahkan dalam bulan Muharram sendiri dari tanggal satu hingga 10 Muharram merupakan tiga di antara 10 yang terbaik sepanjang tahun selain sepuluh akhir Ramadan dan sepuluh awal Zulhijjah. Kini kita berada dalam akhir sepuluh awal Muharram. Masihkah kita sia-siakan kelebihannya?
Dalam banyak literatur kitab disebutkan bahwa puasa Asyura dan Tasu'a, yang dikerjakan tiap tanggal 9 dan 10 Muharram ini memang selalu dinanti-nantikan kaum muslimin. Karena pahalanya yang sangat besar, yaitu bisa menghapuskan kesalahan dan dosa-dosa kecil selama setahun lalu.
Pernyataan tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Puasa hari Asyura, aku mengharapkan pahalanya di sisi Allah dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun sebelumnya. (HR. Muslim dan Ibnu Majah)
Dalam hal ini jumhur ulama berpendapat bahwa shaum (puasa) Asyura dilakukan pada hari kesepuluh dari bulan Muharram, sementara shaum Tasua dilakukan pada hari kesembilan dari bulan Muharram.
Sementara itu Ibnu Qudamah berkata, Asyura adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram. Ini merupakan pendapat Said bun Musayyib dan al-Hasan al-Bashri yang sesuai dengan riwayat dari Ibnu Abbas, Rasullah shallallaahu alaihi wasallam memerintahkan berpuasa pada hari Asyura, hari kesepuluh dari bulan Muharram. (HR. Tirmidzi, hasan shahih).
Puasa Asyura ini memiliki berbagai keutamaan yang sangat luar biasa. Sudah semestinya bagi seluruh kaum muslimin wal muslimat mengerjakan puasa Asyura ini karena banyak hikmah yang terkandung di dalamnya, Di antaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, melaksanakan puasa Asyura adalah salah satu wujud syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari kejahatan orang-orang kafir, yaitu selamatnya Nabi Musa dan Harun AS bersama Bani Israil dari kejahatan Firaun dan bala tentaranya.
Kedua, meneladani Nabi Musa, Harun, dan junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang berpuasa pada hari Asyura.
Ketiga, meneladani para sahabat Radhiyallahu anhum yang melakukan puasa Asyura, bahkan melatih anak-anak mereka untuk melakukan puasa Asyura.
Hal ini dapat kita pahami dari hadis Rasulullah SAW. “Dari Ibnu Abbas RA berkata: 'Nabi SAW tiba di Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari Asyura'. Beliau bertanya kepada mereka: 'Ada apa ini?' Mereka menjawab, 'Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini.' Nabi SAW bersabda, 'Saya lebih layak dengan Nabi Musa dibandingkan kalian. Maka beliau berpuasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa Asura'.” (HR Bukhari dan Muslim).
Keempat, puasa Asyura bisa menghapus dosa setahun yang lalu. Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya, dari sahabat mulia Abu Qotadah, Seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam tentang pahala puasa hari Asyura. Maka Rasulullah menjawab: Aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu. (HR. Muslim)
Masih banyak kelebihan bulan Muharram khususnya hari Tasu'a dan Asyura yang belum sempat dikupas.
Salah seorang ulama mazhab Syafi'i bernama Syekh Imam an-Nawawi berkata: “Keutamaan puasa Asyura menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar.” (Majmu' Syarah al-Muhadzzab, an-Nawawi 6/279).
Dalam prakteknya, ada tiga tingkatan dalam melaksanakan puasa Asyura, sebagaimana yang diungkapkan oleh al-Imam asy-Syaukani dan al-Hafidz Ibnu Hajar, beliau mengatakan, “Asyura ada tiga tingkatan. Yang pertama puasa di hari ke-10 saja, tingkatan kedua puasa di hari kesembilan dan ke-10, dan tingkatan ketiga puasa di hari kesembilan,10, dan 11.” Masih kita lalai dan melupakan kelebihan Tasu'a dan Asyura?
Kapan Hari Tasu'a dan Asyura?
Puasa Asyura 2016 untuk yang awal tahunnya kemarin pakai hisab maka jatuh pada Selasa, 11 Oktober 2016 atau 10 Muharram 1438 Hijriyah. Sedangkan puasa Tasu'a bertepatan dengan tanggal 10 Oktober 2016 atau 9 Muharram 1438 H. Sedangkan untuk yang awal tahun barunya menggunakan Ru'yatul Hilal maka puasa Asyura jatuh pada Rabu, 12 Oktober 2016 atau 10 Muharram 1438 H. Sedangkan puasa Tasu'a bertepatan dengan 11 Oktober 2016 atau 9 Muharram 1438 H.[]
*Dewan Guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dan Jamaah Tarekat Naqsyabandiah


