Beberapa hari lalu, di sebuah tempat kebugaran, saya bincang-bincang dengan seorang kawan. Kami sama-sama pemilih Prabowo-Sandi.
“Kutengok elite negeri ini makin ngeri saja, bro. Standar etikanya enggak ada. Sebuah kasus kecil saja digoreng kemana-mana,” keluhnya lirih.
“Tak usahlah kau pikirkan kali sandiwara elite itu, emang dengan kau sedih, kesal, bahkan marah, akan membuat keadaan membaik?” tanya saya.
“Palaklah kita. Bayangkan negeri kita sangat kaya, tapi standar hidup bernegara aja enggak jelas. Rakyat dibuat sebagai sapi perahan,” dia mengomel tambah tajam.
“Sudahlah. Kau sebenarnya kecewa saja, karena jagoan kita kalah. Jadi, tampaklah yang buruk-buruk dari yang menang. Padahal, kalau jagoan kita menang, sama saja,” kata saya sedikit menuding.
Sahabat!!!
Rusaknya sebuah negeri. Gagalnya sebuah negeri. Tidak seluruhnya kesalahan para elite. Apalagi di negera demokrasi. Kitalah pemberi mandat buat mereka. Jika mereka melenceng, kita turut salah.
Mengeluh, kesal, marah, bahkan palak sekalipun. Semua itu tujukan dahulu pada diri kita. Jika kita yakin calon kita terbaik tapi kalah, itu artinya kita dan kawan seide kurang kuat. Kurang strategi memperjuangkan.
Dan ketika kita sepakat berdemokrasi, maka kita wajib sepakat dengan apapun hasilnya. Pemilu itu pestanya demokrasi. Bukan ajang memperlebar perbedaan. Pemilu dibuat untuk menghasilkan konsensus dari keberbedaan.
Sebagai warga negara, jika kita ingin bangsa ini hebat, berbuatlah yang baik-baik. Kita rakyat baik pasti akhirnya melahirkan kebaikan bangsa ini.
Kadang kita palak. Sebenarnya kesempatan saja belum jatuh ke tangan kita. Ketika kesempatan datang, kita juga sama saja. Jadi, siklus inilah yang membuat bangsa ini terus terpuruk.
Maka semua keburukan, kegagalan atau hal yang buruk-buruk dari bangsa ini, sesungguhnya cermin kita warga bangsa. Kitalah yang tidak baik sehingga bangsa ini begini.
Mari perbaiki diri kita. Lakukan apapun yang terbaik. Jangan lihat apa yang bisa Anda kadali. Tapi berbuat positif sekecil apapun.
Berhimpunnya partikel-partikel baik akan menghasilkan benda baik. Dan urutan seterusnya. Sampai bangsa ini gilang gemilang jika warganya lebih banyak yang baik dan hebat.
Bravo 74 HUT RI. Merdeka![]





