Banyak yang ingin abadi dengan cinta.

Atau menganggap cinta sebagai jalan keabadian.

Keduanya mesti melampaui gerbang maut. Guna memastikan kemurnian cinta dan mempertanggung jawabkan semua penegertian akannya.

Hakikatnya, risalah cinta ialah Risalah Rahman dan Rahim. Lalu manusia mengembara dalam menjelajahi maknanya dengan ragam sangka dan jejak kultur suku-bangsa. 

Kita menerjemahkan cinta dengan dialektika, simantik dan logika empiris atau bahkan eksotis dan sufistik.

Cinta telah membingkai ruang keyakinan, akademik, falsafah dan bahkan dalam konflik.
Semua keburukan yang tampak adalah cinta yang tak berwujud. Dan keabadian akan membuka tabir keyakianan akan cinta.

Taufik Sentana
Banyak menulis prosa dan esai sosial.