Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaInspirasiMualafMimpi Pria Bercahaya...

Mimpi Pria Bercahaya di dalam Masjid, Wanita Ini Jadi Mualaf

Hidayah (26 tahun), merupakan nama Muslimah dari gadis keturunan Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun kedua orang tuanya menetap di Malaysia karena pekerjaan. Sehingga Hidayah lahir dan besar di Malaysia.

Hidayah menetap di Malaysia hingga lulus SMP bersama keluarganya. Namun karena kontrak kerja orang tuanya habis, mereka memutuskan untuk kembali ke NTT.

Berbeda dengan pilihan keluarganya, Hidayah memutuskan untuk merantau. Hanya setahun dia bersama keluarganya dan di tahun 2014, dia pergi seorang diri ke Balikpapan, Kalimantan Timur.

Hidayah dan keluarganya dikenal sebagai penganut agama yang taat bahkan kedua orang tuanya sangat fanatik. Sejak kecil mereka tak pernah absen beribadah setiap Ahad.

Namun berbeda dengan Hidayah, sejak merantau hidupnya tak memiliki lagi kedamaian. Berbagai masalah selalu datang dan pergi. Berusaha untuk tetap taat dengan agamanya namun tak juga membuatnya damai.

Hingga satu ketika, Hidayah memiliki teman-teman muslim. Dia melihat pribadi mereka yang santun dan baik.

Mereka benar-benar meneladani ajaran-ajaran Islam. Hidayah merasa bahwa teman muslimnya menjalani hidup dengan tenang, meski memang mereka tak lepas dari masalah.

“Sejak merantau saya bekerja berpindah-pindah dan lebih sering bekerja di restoran tetapi masih di daerah Balikpapan, tetapi tidak tahu mengapa, ketika saya merasa tertekan sedikit saja saya selalu mengundurkan diri dan berpindah bekerja,” tutur dia.

Melihat teman muslim yang berbeda cara memandang hidup. Hidayah mulai mempelajari Islam. Namun dia tak lantas segera memeluk Islam.

Cukup lama Hidayah mempelajari Islam, sejak 2015 hingga 2018. Hidayah mengaku saat itu masih egois dan berusaha menolak kebenaran Islam.

Hidayah sebelumnya hanya yakin dengan Tuhan yang dapat dilihat mata. Karena Allah di dalam Islam, yang dahulu dia ketahui tidak dapat dilihat berbeda dengan agama sebelumnya yang tergambar dan diwujudkan dalam patung.

Meski banyak bukti-bukti yang telah ditunjukkan oleh Allah. Salah satunya adalah dimimpikan seorang pria berjubah dan berpeci putih namun tak terlihat wajahnya. Dia hanya terlihat bercahaya putih saja. Pria tersebut berada di dalam masjid.

Setelah lama berpikir, dia pun memutuskan untuk memeluk Islam. Namun saat itu dia tidak paham untuk memeluk Islam harus bersyahadat.

Hidayah hanya tahu, jika muslim itu mengaji sehingga dia meminta saudaranya untuk diajarkan mengaji. Setelah mendapat penjelasan tepat pada 16 Oktober 2018 dia pun memeluk Islam.

Kakak angkatnya ini yang kemudian menjadi saksi dia bersyahadat di Ambarawang Darat, Kaltim. Awalnya kakaknya ini mengajak dia untuk tinggal bersama keluarganya untuk mendalami Islam terutama belajar shalat, namun karena Hidayah masih memiliki pekerjaan di Balikpapan, dia pun memutuskan untuk belajar hanya beberapa hari dan pulang dengan membawa buku tuntunan salat.

Baca juga: