Gadis itu hanya yakin dengan Tuhan yang dapat dilihat mata. Karena Allah di dalam Islam, yang dahulu dia ketahui tidak dapat dilihat berbeda dengan agama sebelumnya yang tergambar dan diwujudkan dalam patung.

Walaupun banyak bukti-bukti yang telah ditunjukkan Allah. Salah satunya adalah dimimpikan seorang pria berjubah dan berpeci putih namun tak terlihat wajahnya. Dia hanya terlihat bercahaya putih saja. Pria tersebut berada di dalam masjid.

Setelah lama berpikir, dia pun memutuskan untuk memeluk Islam. Namun saat itu dia tidak paham untuk memeluk Islam harus bersyahadat.

Hidayah hanya tahu, jika Muslim itu mengaji sehingga dia meminta saudaranya untuk diajarkan mengaji. Setelah mendapat penjelasan tepat pada 16 Oktober 2018 dia pun memeluk Islam.

Saat itu, kakak angkatnya ini yang kemudian menjadi saksi dia bersyahadat di Ambarawang Darat, Kalimantan Timur. Awalnya kakaknya ini mengajak dia untuk tinggal bersama keluarganya untuk mendalami Islam terutama belajar sholat, namun karena Hidayah masih memiliki pekerjaan di Balikpapan, dia pun memutuskan belajar hanya beberapa hari dan pulang dengan membawa buku tuntunan salat.

Setelah menjadi Muslim, Hidayah langsung memberitahukan kepada kakak-kakak kandungnya. Namun dia mendapat pertentangan.

Dia merasa terpuruk, apalagi saat itu dia baru memeluk Islam tanpa ada yang membimbing. Dia juga belum berani untuk memberitahu teman-temannya bahkan yang Muslim sekalipun jika dia telah menjadi Muslimah.

“Saya sempat dimaki dan diancam dibunuh, tetapi saya terus berdoa kepada Allah. Saya bersyukur Allah menjawab doa-doa saya,” tutur dia.

Selang setahun Hidayah menjadi Muslimaj, kakaknya bisa menerima pilihan hidupnya. Hanya saja Hidayah dilarang memberitahu kedua orang tuanya, karena khawatir kedua orang tuanya jatuh sakit karena tidak bisa menerima kenyataan.