Meski demikian, Hidayah tetap berkomunikasi dengan kedua orang tuanya. Tanpa memberitahu dia telah menjadi Muslimah. Jika terpaksa saat orang tuanya mengingatkan untuk pergi ibadah ke agamanya yang lalu, Hidayah hanya mengiyakan saja.
Dia juga telah mengenakan jilbab meski hanya seadanya. Jilbab pendek yang belum syari dan sesuai tuntunan. Namun dalam hati dia selalu berdoa untuk dapat bekerja di tempat yang mengizinkan berpakaian syari.
Meski setahun menjadi Muslimah, Hidayah tak kunjung lancar untuk melaksanakan salat. Sehingga dia berusaha mencari pembimbing. Dia bersyukur bertemu dengan Mualaf Center Balikpapan.
Di tempat ini dia mendapat bimbingan sholat hingga lancar. Hidayah mengaku kesulitan dalam menghafal dan membaca bacaan sholat, karena memang menggunakan bahasa yang baru dikenalnya. Dia yang hanya lulusan SMP cukup kesulitan terutama dalam melafalkan huruf hijaiyah.
Saat ini dia masih belajar tahsin di Masjid Ar Rahmah, Sepinggan Pratama. Tak hanya itu sejak belajar di Mualaf Center, diapun mendapat pekerjaan sebagai marbut masjid khusus akhwat.
Namun sejak pandemi, Hidayah diperbantukan di dapur umum di Pondok Pesantren Ar Rahmah yang juga dikelola Mualaf Center, larena belum menikah, Hidayah pun mendapat kamar asrama dan tinggal disana.
“Sejak saya bekerja di masjid saya mulai belajar berpakaian syari dan mengenakan cadar, di awal cukup kesulitan karena saya tidak terbiasa, namun ternyata ini adalah jawaban dari doa saya sebelumnya, saya pun kemudian menjalaninya dengan selalu bersyukur,” ujar dia.
Awalnya dalam hati dia selalu mengeluh berpakaian seperti itu, tetapi karena ini kewajiban yang diperintahkan Allah, Hidayah mulai membiasakan diri. Butuh waktu setahun agar dia terbiasa dengan gaya busananya saat ini.
Tak hanya berpakaian syari, setelah menjadi Muslim, Hidayah pun meninggalkan semua gaya hidup yang dilarang Islam.
Untuk makanan dan minuman haram, sejak bersyahadat sudah berhenti total. Sedangkan untuk gaya hidup seperti bergaul dengan lawan jenis baru setelah hijrah di tempat bekerja yang baru, dia mampu menjaganya.
Bagi mereka yang tidak senang, banyak teman yang telah meninggalkannya dan dia pun meninggalkan mereka. Tetapi bagi mereka yang menerima perubahan gaya hidupnya, Hidayah masih tetap berkomunikasi dengan mereka.





