LHOKSUKON – Ikan basah hasil tangkapan nelayan di laut cukup langka di sejumlah pasar Aceh Utara, mengingat masih suasana lebaran Idulfitri 1438 H. Jika pun ada, ikan itu merupakan stok sebelum lebaran yang dibekukan.
“Jika lebaran begini adanya ikan air tawar atau tambak, jenis bandeng, mujair, gabus, lele dan udang. Sementara untuk ikan laut, hari ini baru ada suree (tongkol) ukuran sedang dan dencis. Itu pun stok sebelum lebaran yang dibekukan. Ada juga ikan kiriman luar Aceh Utara, tapi saya tidak jual,” ujar Ilyas, penjual ikan di pasar Lhoksukon kepada portalsatu.com, Rabu, 28 Juni 2017.
Ilyas menyebutkan, kondisi ini memang terjadi setiap lebaran, karena banyak nelayan belum melaut. “Pedagang ikan pun hanya beberapa orang, banyak lapak yang kosong. Sejak kemarin sejumlah pedagang ikan mulai berjualan, tapi pembeli juga sepi,” katanya.
Hal senada dikatakan Setiawati, 58 tahun, warga Lhoksukon. “Iya, di pasar yang banyak ikan bandeng dan udang. Penjual sayur juga masih minim, hanya beberapa orang saja, tapi harga sayur mulai normal. Saat Ramadan, satu ikat bayam Rp3 ribu, sekarang dengan harga yang sama dapat dua ikat. Harga ikan lumayan mahal, bandeng Rp30 ribu per kilogram, malah udang yang murah,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, banyak kedai atau toko di Kota Lhoksukon masih tutup. Namun di pinggiran jalan cukup padat dipenuhi pedagang musiman. Mulai dari penjual bakso, senjata mainan, petasan hingga pedagang jus serba lima ribu rupiah. Di beberapa sudut jalan juga terlihat pedagang pakaian kaki lima.[]


