IDI RAYEK – Ridwan, mantan sandera Din Minimi, memukul Nurdin bin Ismail usai pertandingan sepak bola Turnamen PA/KPA di lapangan Moun Doe, Gampong Tanoh Abe, Kecamatan Idi Rayek, Rabu, 27 April 2016 sore. Banyak warga yang menyaksikan aksi pemukulan tersebut.
Ridwan atau dikenal Nawan, 41 tahun, adalah warga Teupin Nyareng, Kecamatan Idi Rayek. Dia sebelumnya pernah menjadi korban penculikan Din Minimi Cs yang terpaksa menyerahkan uang tebusan sebanyak Rp 60 juta pada 2015 lalu. Berdasarkan informasi yang diterima portalsatu.com, Ridwan menuntut uangnya kembali kepada Nurdin selaku mantan pimpinan komplotan bersenjata Din Minimi.
Din Minimi yang petang tadi dijumpai Ridwan mengaku akan membayar uang tersebut jika sudah sukses. Mendengar jawaban ini, Ridwan tersulut emosi. Dia kurang puas dan memukul wajah Nurdin sebanyak dua kali.
Ridwan yang dikonfirmasi portalsatu.com tidak mau berkomentar banyak terkait insiden tersebut. “Meuah beh, at teuk ta peugah haba. Long tengoh na perkara bak Polsek,” ujar Ridwan seraya memutuskan sambungan telpon selulernya.
Sementara Din Minimi hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. Nomor handphone pribadinya pun tidak bisa dihubungi.
Secara terpisah, Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman membenarkan adanya insiden tersebut. “Untuk mengantisipasi timbulnya kericuhan, si pelaku telah kita amankan di Mapolsek Idi Rayek, sedangkan korban saat ini berada di Polres membuat laporan,” kata Kapolres.[](bna)

