LHOKSEUMAWE – Satu unit mobil minibus Daihatsu Luxio dikabarkan masuk jurang sedalam 30 meter di lintas Bener Meriah-Sp KKA, tepatnya di tikungan patah Kampung Wih Pase, Kecamatan Permata, Bener Meriah, Jumat, 30 juni 2017 sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut, tetapi semua penumpang luka-luka termasuk tiga diantaranya masih balita.
Informasi yang diterima portalsatu.com dari pos pengamanan mudik Buntul, Bener Meriah, mobil tersebut dikemudikan M Latif Tambunan (36) asal Sidoarjo, Medan Tembung, Sumatera Utara. M Latif memacu kencang mobil yang dikendarainya dari arah Takengon hendak kembali ke Medan melalui jalur lintas perbukitan tersebut.
Namun, sampai di lokasi, sopir terkejut karena tikungan patah. Akhirnya mobil tidak terkendali dan oleng ke kiri hingga masuk jurang.
Mobil nahas itu mengangkut 10 penumpang, sopir tidak menyangka di lokasi kejadian tikungannya patah, sedangkan mobil melaju kencang dan akhirnya masuk jurang. Setelah mendapat info dari warga yang melintas, kita langsung ke lokasi untuk mengevakuasi korban, kata Kepala Pos Mudik Buntul, Ipda Dipane kepada portalsatu.com.
Dipane menjelaskan, korban langsung dibawa ke pos kesehatan terdekat karena hanya mengalami luka ringan dan terkilir. Tiga jam kemudian para korban dijemput keluarga yang tinggal di Takengon. Para korban yang terkilir masing-masing M Latif Tambunan (sopir) Widiani Anita (43), Sudirman (48), dan Juli Anisa Andriani (32) terkilir bagian leher.
Sedangkan yang mengalami luka lecet adalah Eza (17), Nia (16), Amanda (13), Reni (12), termasuk tiga balita yaitu Apis (5), Kanaya (5) dan Ezi balita yang masih berumur tiga tahun. Semua korban satu keluarga dan berasal dari Sidoarjo, Medan Tembung, Sumatera Utara.
Kejadian ini sudah kita serahkan ke Unit Laka Lantas Polres Bener Meriah. Untuk sementara bus nahas BK 1539 JY masih dalam jurang menunggu dievakuasi oleh pihak berwenang, ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pengguna jalan di lintas dataran tinggi tersebut untuk berhati-hati karena banyak tikungan patah, jalan menanjak dan terjal. Selain itu, kiri dan kanan badan jalan banyak jurang dalam.
Bila lelah dan ngantuk, silahkan istirahat di pos-pos yang sudah disediakan, atau di warung-warung yang ada di pinggir jalan. Karena bila dipaksakan bisa beresiko kecelakaan, ujarnya.[]



