Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaMoskow Perlahan Beradaptasi...

Moskow Perlahan Beradaptasi Menjadi Kota Muslim Terbesar

Rusia, tak mudah membayangkan, Islam akan bersinar di negara yang pernah menjadi kiblat komunisme dunia ini. Rusia merupakan negara terbesar di dunia, dengan luas mencapai 11,5 persen dari wilayah dunia. Konstelasi sejarah dan perpolitikan dunia membentuk dinamika negara ini.

Negara multietnis ini memiliki lebih dari 150 suku asli yang menjadi penganut agama-agama tradisional. Sebanyak 57 suku beragama Islam. Mayoritas Muslim Rusia tinggal di daerah Volga-Ural dan Kaukasus Utara. Jumlah populasi yang signifikan juga terdapat di sejumlah kota besar, seperti Moskow dan St Petersburg.

Geliat pertumbuhan populasi Muslim tampak signifikan selama sepuluh tahun terakhir. Shalat Idul Fitri tahun ini, misalnya, menjadi saksi pertumbuhan Muslim di ibu kota Rusia. Lebih dari 60 ribu Muslim berkumpul untuk menunaikan shalat Idul Fitri di masjid kubah emas Sobornaya. Sementara, 180 ribu lain memadati lima masjid dan puluhan tempat ibadah sementara.

“Moskow secara perlahan beradaptasi untuk menjadi kota Muslim terbesar di Eropa,” kata analis politik Alexei Malashenko. Sejumlah besar mualaf dari kalangan etnis menambah populasi Muslim di negara berpenduduk 143,8 juta jiwa ini. Masjid-masjid kembali dibangun setelah keruntuhan Uni Soviet pada 1991.

Alexei dalam Islam in Rusia in 2020, menambahkan, masyarakat Islam di Rusia terbagi dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama berada di sekitar Volga-Ural, Siberia Barat, dan Moskow. Sedangkan, kelompok kedua berada di Kaukasus Utara. Etnis Muslim terbesar di Rusia berasal dari suku bangsa Tatar (7 juta), Bashkirs (1,5 juta), dan Chechen (1 juta).

Sejumlah pihak meramalkan, Rusia akan menjadi salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Menurut Russia Today, para ahli mengatakan, pada 2050, jumlah umat Islam akan mencapai setengah dari populasi penduduk Rusia. Jika ini benar, Rusia kemungkinan akan menjadi salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Sejarah Islam di Rusia

Ribuan umat muslim di Rusia melaksanakan Shalat Idul Adha 1436 H di Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet, Kamis (24/9).EPA/SERGEI ILNITSKY

Ribuan umat muslim di Rusia melaksanakan Shalat Idul Adha 1436 H di Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet, Kamis (24/9).EPA/SERGEI ILNITSKY

Muslim Rusia tidak hanya berasal dari kalangan imigran. Islam memang telah memiliki akar panjang di negara itu. The State and Stakes of Islam “From” Russia, karya Xavier Le Torrivellec menyebutkan, sejarah Islam di Rusia telah berumur kurang lebih 1300 tahun.

Pertengahan abad ke-7, ekspansi Islam mencapai Kaukasus. Kota Derbent di Dagestan ditaklukkan pada 642 M di bawah pimpinan Abdurrahman bin Rabiah. Mereka mencapai Rusia setelah menaklukkan Persia dan Yerusalem.  

M Aji Surya, diplomat Indonesia yang lama bertugas di Moskow, menambahkan, keberadaan Islam selama berabad-abad menunjukkan agama ini memiliki posisi strategis dalam konstelasi politik, keagamaan, dan budaya Rusia. “Islam dan Rusia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam perspektif sejarah,” tulis alumni Pondok Modern Gontor ini dalam Geliat Islam di Rusia.

Di Rusia, Islam diadopsi secara resmi oleh negara Volga Bulgar (sekarang Tatarstan) pada 922, sementara Ortodoks baru diadopsi 988. Jadi, Islam di Rusia lebih tua dibandingkan Gereja Ortodoks Rusia yang kini mayoritas. Rusia baru menganut Ortodoks pada masa Pangeran Agung Vladimir berkuasa pada akhir abad ke-10.

Aji menjelaskan, meletusnya Revolusi Bolshevik 1917 di bawah pimpinan Vladimir Ilyich Lenin membawa perubahan serius di kawasan ini. Lebih luas lagi, dalam percaturan politik dunia. Komunisme menjadi paham utama. Lenin kemudian digantikan oleh pemerintahan diktator Josef Stalin yang mewujudkan Uni Soviet. Kejayaan era komunis bertahan selama lebih tujuh dekade di negara itu.

Islam surut saat komunisme meraja di negara tersebut. Hampir seluruh warisan budaya Muslim Rusia mengalami kehancuran. Masjid ditutup, karya sastra dibakar, sedangkan ulama dibunuh. Praktik keagamaan sangat sulit. Tidak hanya di Rusia, wilayah-wilayah lain yang menjadi bekas koloni Soviet mengalami nasib serupa.

Uni Soviet runtuh pada Desember 1991 setelah Mikail Gorbachev mengundurkan diri. Sejumlah negara bagian, seperti Kirgistan, Uzbekistan, Azerbaijan, Tajikistan, dan negara-negara tetangga, memperoleh kemerdekaan. Rusia menjadi pewaris terbesar tata pemerintahan dan geografis Uni Soviet.[]Sumber:republika

Baca juga: