SUBULUSSALAM — Puluhan siswa SMA Negeri 1 Rundeng Subulussalam yang menerima bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) terkatung-katung sejak pukul 09:00-13:00 WIB karena belum juga dipanggil oleh pihak BNI Cabang Kota Subulussalam, Kamis, 5 Oktober 2017.
Akibatnya, mereka terlantar selama empat jam tanpa ada instruksi dari pihak bank. Para siswa hanya menunggu di luar, sebagian duduk di atas kendaraan roda dua yang terparkir di halaman kantor itu. Ada juga yang duduk di lantai sambil menunggu panggilan pihak BNI sebagai penyalur beasiswa PIP.
“Siswa SMAN Rundeng yang mengurus PIP sepertinya terlantar di halaman Bank BNI di Kota Subulussalam. Mereka sudah berada di sana sejak pukul 09.00 WIB dan sampai pukul 13.00 WIB, namun belum ada disuruh masuk,” kata Ketua MPD Kota Subulussalam Jaminuddin, kepada portalsatu.com melalui siaran pers.
Padahal kata Jaminuddin, sebagian siswa SMAN1 Rundeng terpaksa tidak mengikuti proses belajar mengajar di sekolah untuk mengurus beasiswa PIP.
Tapi setelah sampai di bank, mereka justru terlantar di depan di sana, menuggu begitu lama, sehingga mereka harus menahan lapar karena bank sudah tutup dan kembali buka pada pukul 14:00 WIB.
“Pihak bank sebagai pelayan harusnya melihat kondisi tersebut jangan membiarkan siswa terlantar. Atau buat resepsionis khusus untuk melayani siswa-siswa penerima PIP,” ungkap Jaminuddin.
Pihak bank diharapkan tidak hanya melayani nasabah yang sedang menabung uang, namun juga harus memperhatikan pelajar yang sedang mengurus PIP karena ini program Pemerintah Pusat.
Apalagi kata Jaminuddin, kehadiran BNI di Kota Subulussalam adalah rekomendasi dari MPD Kota Subulussalam kepada Gubernur Aceh dan Direktur BNI Aceh, sehingga bank itu terwujud di Bumi Sada Kata.
“Pimpinan BNI harus jeli melihat hal ini. Jika tidak sanggup melayani dengan baik, ada baiknya pimpinan BNI Cabang Subulussalam dievaluasi oleh pimpinan BNI Aceh. Karena ini sudah kesekian kalinya pelayanan buruk,” kata Jaminuddin.
“Ini penting, agar tidak terulang lagi kejadian seperti ini, karena kami cukup prihatin ketika ada siswa tersebut melaporkan kepada kami mereka terlantar tidak dipanggil masuk ke dalam. Jangan sampai masyarakat marah dengan bank ini, akibat pelayanan yang tidak baik,” katanya lagi.[]




