LHOKSEUMAWE- Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe mengimbau masyarakat setempat agar selama bulan suci Ramadan memperbanyak kegiatan ibadah. Di antaranya, tadarus, istigfar, berzikir, iktikaf di masjid serta kegiatan positif lainnya. Bukan sebaliknya, masyarakat lalai sehingga nilai-nilah ibadah itu sendiri rusak.
Ketua MPU Kota Lhokseumawe Teungku Asnawi Abdullah kepada portalsatu.com, Kamis, 9 Juni 2016 meminta masyarakat agar menjaga ketenangan dalam menjalankan ibadah serta tidak mengganggu ketentraman orang lain dalam beribadah.
Kita imbau masyarakat agar menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah itu sendiri, seperti 'asmara subuh' dan kegiatan lainnya yang bisa mengurangi nilai-nilai puasa itu sendiri, kata Teungku Asnawi.
Teungku Asnawi menambahkan, masyarakat jangan mengotori Ramadan ini dengan menonton siaran televisi yang menjurus terjadinya pertaruhan atau judi. Misalnya, judi saat menonton siaran pertandingan sepakbola maupun hal serupa lainnya, karena perbuatan tersebut sangat dilarang dalam agama Islam.
Di sisi lain, Teungku Asnawi menjelaskan, selama bulan suci Ramadan pihaknya selalu mengisi tausiah kepada masyarakat baik secara perseorangan maupun kelembagaan. Terutama di radio setiap malam menyempatkan waktu untuk menyampaikan tausiah Ramadan dan kegiatan itu dilakukan secara bergantian.[]


