KARIMUN – Halal Bihalal di MTsN Karimun menjadi momen penuh makna untuk menjalin kembali ikatan batin setelah sebulan penuh menunaikan ibadah Ramadan. Suasana tampak haru dan akrab saat guru dan siswa bersalaman, saling mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin” dengan senyum tulus terpancar di wajah masing-masing.

Kepala Madrasah, Endang Eryani, S.Pd membuka acara dengan refleksi singkat. Dalam sambutannya, dia menyampaikan bahwa Halal Bihalal bukan hanya kegiatan simbolik, tapi juga bentuk nyata implementasi nilai-nilai Islam yang luhur.

“Kegiatan ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan persaudaraan, persatuan, dan kasih sayang. Setelah lebaran, kita diajak untuk saling memaafkan dan memperkuat hubungan antar sesama, Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar MTsN Karimun saya mengucapkan minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin jika selama setahun berkomunikasi terdapat kesalahan dalam perkataan maupun perbuatan.” ujar Endang Eryani penuh semangat, di MtsN Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, 11 April 2025.

Lanjutnya, Tradisi Halal Bihalal ini bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga bentuk pelatihan karakter. Mengajarkan siswa untuk berani meminta maaf, memaafkan, dan membangun relasi yang sehat di tengah perbedaan.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik, menjadikan madrasah kita bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga tempat tumbuhnya nilai-nilai kebaikan dan cinta sesama,” tutupnya mengakhiri pembicaraan.

Selain sambutan kepala Madrasah, acara ini juga diisi dengan sajian rohani yang disampaikan oleh Ustadz Zakiyil Maula, S. Pd. I. Dalam tausiyah singkatnya, beliau mengingatkan bahwa surga merindukan tiga golongan, yaitu orang yang berpuasa dibulan Ramadhan, orang yang memberi makan orang kelaparan,orang yang menjaga lisan dan orang yang membaca Alquran. Beliau juga mengingatkan agar seluruh siswa menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (habblum Minnan naas) dan hubungan baik dengan Allah Swt. (Hablum minallah) dengan cara beribadah. Terakhir beliau menutup acara dengan khusu’ agar semua diampuni dosa dan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt.[]

Laporan: Yanis Alfata, Karimun, Kepulauan Riau.