BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Peralihan Aceh (KPA) yang juga Ketua Umum Partai Aceh (PA), Muzakir Manaf alias Mualem, mengecam kebijakan Pemerintah Aceh terkait pemotongan anggaran dayah senilai Rp205 miliar. Mualem meminta agar anggaran yang sudah dialihkan untuk penanganan Covid-19 itu segera dikembalikan ke Dinas Pendidikan Dayah demi kepentingan dayah-dayah di Aceh.
“Seharusnya Pemerintah Aceh mengambil anggaran dari sumber lain untuk penanganan Covid-19, bukan dari dana bantuan untuk dayah,” kata Mualem melalui telepon seluler, Senin, 4 Mei 2020.
Mualem menilai Pemerintah Aceh sudah bertindak fatal karena memangkas anggaran untuk kepentingan pendidikan dayah. Mantan pucuk pimpinan sayap militer GAM ini mengingatkan Pemerintah Aceh supaya ke depan bersikap lebih bijak dan adil dalam memotong setiap anggaran untuk penanganan Covid-19.
“Kita khawatir nanti dana yang dialihkan untuk Covid-19 tidak tepat sasaran. Belum lagi nanti (potensi) terjadinya mark up sehingga disalahgunakan. Apalagi anggaran yang bersumber dari pendidikan dayah. Jangan bikin masyarakat Aceh murka terhadap Pemerintah Aceh. Seharusnya banyak pos anggaran lain yang dapat dialihkan untuk penanganan wabah corona. Bukan dari anggaran untuk dayah,” tegas Mualem lagi.
Mualem menyebutkan, Pemerintah Aceh seharusnya memahami kondisi lembaga pendidikan di Aceh yang mulai minim mendapat perhatian. Oleh karena itu, Mualem meminta agar semua dana yang telah dialokasikan untuk dayah dalam APBA 2020 segera dikembalikan ke Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Pasalnya, dana tersebut merupakan hasil perjuangan masyarakat Aceh melalui Otsus.[](*/ril)


