LHOKSEUMAWE – Sampai saat ini Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh belum memberikan keputusan terkait permohonan pengunduran diri Azhari Cage dari kursi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Namun, Ketua Umum DPA PA Muzakir Manaf atau Mualem memberi sinyal kemungkinan mantan kombatan wilayah Pase tersebut tidak diizinkan mengundurkan diri.
Saat ditemui portalsatu.com di sela-sela pelantikan pengurus KPA Wilayah Kuta Pase di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Jumat, 21 April 2017, Mualem menegaskan permohonan Wakil Ketua Komisi I DPRA tersebut masih dibahas di internal partai.
Masalah saudara Azhari Cage sedang kita bahas, ya mungkin saja kita pertahankan di dewan, tapi itu sedang kita bahas dan belum diputuskan, ujar Mualem saat hendak keluar dari hall hotel itu.
Sementara itu, Saifuddin Yunus alias Pon Pang yang diisukan akan menggantikan posisi Azhari Cage bila dipastikan mundur dari kursi DPRA, mengaku tidak mau berkomentar, karena hal itu dinilai kewenangan pemimpin di PA.
Ia hanya berharap Cage tetap dipertahankan di kursi dewan, karena selama ini Cage dianggap sangat vokal dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang menyimpang dan aktif memperjuangkan aspirasi rakyat dibandingkan anggota dewan lain.
Azhari Cage dewan yang hebat, dia kader PA yang cerdas dalam menyikapi kebijakan pemerintah, sudah seharusnya pimpinan tetap mempertahankannya di kursi dewan. Selian itu, saya juga tidak bernafsu, saya juga punya beban besar di KPA Kuta Pase yang harus saya jalankan, pungkas mantan Ketua DPRK Lhokseumawe tersebut.[]


