LANGSA – Wakil Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf menyebutkan pembangunan karakter bangsa menjadi fokus bangsa Indonesia kini dan ke depan. Pembangunan bangsa, katanya, terletak pada sumber daya manusia yang berkualitas. Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Aceh ini mengajak semua pihak terlibat dalam kerja sama mempercepat terjuwudnya kaum muda yang berkepribadian baik, berkarakter, berwatak handal dalam berpikir dan bertindak serta memiliki jiwa bela negara dalam wadah pramuka.
“Gerakan Pramuka punya peluang meningkatkan kualitas manusia Indonesia khususnya kaum muda,” ujar Muzakir Manaf yang menjadi pembina upacara dalam peringatan Hari Pramuka ke-55 tahun 2016 se-Kwarda Aceh di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Sabtu, 1 Oktober.
Muzakir Manaf akrab disapa Mualem mengatakan, Gerakan Pramuka berkomitmen untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia dengan membekali pendidikan karakter dan kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup kaum muda Indonesia.
Mualem secara khusus menyorot mental anak muda Bangsa Indonesia yang saat ini mulai terjurus dalam kegiatan negatif. Ia prihatin dengan maraknya konsumsi minuman keras, peredaran narkoba, kejahatan seksual yang terus meningkat serta angka merokok yang kian tinggi di kalangan anak muda, dan rendahnya rasa hormat kepada orang tua.
“Itu sebuah ancaman bagi generasi muda. Kita (komponen bangsa khususnya gerakan pramuka) punya tanggung jawab untuk membenahi hal itu,” ujar Mualem, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com. “Apalagi Gerakan Kepanduan sebagai cikal bakal Gerakan Pramuka telah ada di bumi pertiwi 104 tahun silam, tepatnya pada tahun 1912”.
Mualem mengajak seluruh masyarakat menjauhkan diri dari narkoba dan hal negatif lain. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang dimuliakan dan Provinsi Aceh sebagai provinsi yang menerapkan syariat Islam harus bisa menunjukkan hal positif kepada semua orang. “Narkoba itu najis dan merugikan adik-adik semua. Jangan pernah dekati itu (narkoba),” ujar Mualem tegas.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hari Pramuka ke-55, Marzuki Hamid menyebutkan, 4.000 peserta terlibat dalam perayaan Hari Ulang Tahun Pramuka tersebut. Di samping upacara memperingati HUT Pramuka, Jumat malam tadi, seluruh peserta juga mengikuti renungan suci yang digelar di kantor Kwarcab Pramuka Kota Langsa.
“Selain itu juga ada parade drumband, kegiatan pionering termasuk penyerahan penghargaan untuk kwarcab tergiat, serta penyerahan bintang pancawarsa I, II, III, IV dan V kepada Pembina Prestasi se-Aceh oleh Ketua Kwarda Aceh,” ujar Marzuki Hamid yang juga Wakil Wali Kota Langsa.
Ketua Majelis Pimpinan Cabang Kota Langsa Usman Abdullah menyebutkan gerakan pramuka punya peranan besar dalam membentuk generasi muda, sesuai dengan kebutuhan lokal, nasional hingga global. Wali Kota Langsa ini mendukung sepenuhnya materi kepramukaan ditetapkan di sekolah-sekolah.
Kegiatan Pramuka, kata Usman Abdullah, tak hanya menyenangkan, tapi penuh dengan nilai edukasi. Menjadi bagian dari pramuka, kata dia, bermakna menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. “Pramuka mengandung arti sekumpulan anak muda yang harus bisa berkarya untuk bangsa.”
Usman Abdullah mengajak semua anggota pramuka untuk selalu optimis melihat masa depan serta jangan pernah menebar kebencian dalam membangun bangsa. “Melalui peringatan ini (HUT Pramuka), mari kita lakukan hal-hal yang positif bagi pembangunan bangsa.”
Di acara itu, Mualem menyerahkan penghargaan berupa lencana. Lencana Melati diraih Zulkifli Ibfa dari Kwarcab Aceh Utara, Teungku Maulidi Kwarcab Aceh Jaya memperoleh Lencana Darmabakti, dan Dewi Susanti asal Kwarcab Bener Meriah menerima Lencana Karyabakti.
Selanjutnya, Akmal dari Kwarcab Abdya bersama Yunus Ibrahim dari Langsa, Munawar Zainuddin dari Sabang, Indra Budi dari Aceh Tenggara serta Sabirin dari Aceh Jaya sebagai peraih Lencana Pancawarsa I. Tjut Yusniar dari Bireuen, Asmiati dari Langsa, Efril dari Bireuen, Amran Hasan dari Nagan Raya serta Subki Yahya dari Pusdiklatda Kwarda Aceh meraih Lencana Pancawarsa IV.
Sementara itu, Kwarcab Tergiat I diraih Kwarcab Bener Meriah dan mendapatkan hadiah pembinaan Rp15 juta, Kwarcab Tergiat II diperoleh Aceh Barat yang mendapat Rp10 juta dan Rp5 juta bagi Kwarcab Tergiat III untuk Aceh Barat Daya.[] (rel)




