Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
Beranda'Mulai Coba-coba hingga...

‘Mulai Coba-coba hingga Memenuhi Kebutuhan Hidup’

LHOKSUKON – Dua tersangka yang ditangkap Polres Aceh Utara karena terlibat kasus narkoba jenis sabu mengaku awalnya hanya coba-coba. Di lain pihak, salah satu tersangka bandar sabu mengaku menjalani pekerjaan melanggar hukum itu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Awalnya hanya coba-coba pakai dan hingga kini saya tidak kecanduan. Jika ada uang ya saya beli, jika tidak ada uang saya tidak pakai,” kata ZL alias AR saat ditemui portalsatu.com di sel tahanan Polres Aceh Utara, Sabtu, 23 Juli 2016.

Pria yang mengaku masih lajang itu ditangkap Satuan Narkoba Polres Aceh Utara di Lhoksukon karena memiliki dan menguasai empat paket sabu.

AR mengaku uang untuk membeli sabu disisihkan dari upah kerja serabutan, termasuk menjadi buruh tani di sawah orang lain. “Jika saya dapat upah Rp 100ribu, maka setengahnya saya pakai untuk beli sabu. Tapi jika upah yang saya dapat Rp 50ribu, saya tidak beli. Saya menyesal telah terjerumus dalam narkoba. Saya berjanji pada diri sendiri setelah keluar tidak akan memakai sabu lagi. Saya sangat menyesal melihat orang tua saya bersedih dengan kejadian ini,” ujarnya.

Hal senada diungkap AN yang ditangkap saat memakai sabu di rumah AR. Pria yang sudah menikah dan memiliki anak yang masih balita itu juga mengaku berawal dari coba-coba.

“Saya tahu kemungkinan terburuk dari narkoba itu masuk penjara. Tapi yang namanya sudah salah pergaulan, mau gimana lagi. Tapi saya sangat menyesali ini. Saya masuk ke dunia narkoba awal tahun 2016, setelah keluar dari penjara nanti saya akan berubah dengan cara menjauhi teman-teman yang masih memakai sabu,” ucapnya.

Ditambahkan, selama ini istrinya tidak mengetahui bahwa dirinya terlibat narkoba. Sang istri baru tahu setelah dirinya tertangkap. “Satu-satunya cara yang bisa dilakukannya saat ini hanyalah berusaha memperbaiki diri selama berada di penjara,” katanya.

Lain halnya dikatakan UM, tersangka bandar sabu yang ditangkap di Tanah Jambo Aye. Dirinya mengaku lebih memilih menjual sabu dari pada harus mencuri. Itu semua dilakukan atas dorongan guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Sejujurnya saya takut masuk penjara, tapi ini saya lakukan atas kebutuhan. Saya harus mencukupi kebutuhan hidup tiga anak saya dari istri pertama di Palembang, kini sudah cerai. Di lain pihak saya juga telah memiliki satu anak lainnya di kampung. Belum lagi biaya hidup dan pengobatan mertua yang lumpuh. Saya sudah coba pekerjaan halal, tapi sama.sekali tidak mencukupi,” bebernya.

Ia menambahkan, pikirannya buntu tidak tahu mau kerja apa lagi, mengingat dirinya buta huruf dan tidak tamat SD. Diakuinya bisnis jual beli sabu yang ia lakoni cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Peng publoe sabe seb keu pajoh, hana leubeh. Kadang dipeunget chit le ureung bloe, awai ji meuutang dudo hana dibayeu. Perseh lage ureung tambai ija, ta tambai hinoe beukah hideh. Loen publoe sabe ken mita kaya, rumoh manteung ka tireh asai ujeun. But nyoe baroe loen jalani sithon. Jinoe loen cuma jeut berharap bagah leh dari penjara nyak jeut meukumpoi loem ngen keluarga,” katanya sambil menangis terisak. []

Baca juga: