BANDA ACEH — Asap yang diduga gas keluar dari dalam rumah warga di Jalan Seunangin, Dusun Kutaran, Gampông Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.
Munculnya gas tersebut pertama kali diketahui oleh Ferry, penghuni rumah pada Jumat sore, 15 September 2017. Ferry mengatakan, asap tersebut muncul setelah hujan. Namun ia tidak mengetahui penyebab munculnya asap tersebut.
“Asap pertama kali muncul pada sore kemaren Jumat, 15 September 2017, setelah hujan tepat di teras rumah, kami mengira itu gas,” kata Ferry saat ditanyai sejumlah wartawan, Sabtu, 16 September 2017.
Setelah melihat kondisi itu Ferry langsung melaporkan pada polisi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Polisi lantas memasang garis polisi di rumah tersebut.
Kabid Dinas Sumber Daya Energi dan Mineral Aceh, Joni, saat memeriksan lokasi kejadian mengatakan, gas bisa saja keluar setelah hujan turun.
“Biasanya gas keluar setelah kemarau panjang lalu hujan lebat, gas yang terjebak di dalam berbatuan atau pasir, gas itu bisa keluar ketika orang gali sumur maupun keluar dengan sendirinya,” kata Joni.
Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihaknya, ternyata memang tidak ada indikasi ada gas di tempat tersebut.
“Kalau ada gas itu ada unsur metana, tapi ternyata dari hasil gas detektor yang kita lakukan, tidak terdeteksi adanya gas di tempat ini,” ujar Joni.
Ia menambahkan, munculnya gas tersebut diduga akibat instalasi listrik karena saat diperiksa petugas menemukan arde. Untuk membedakan asap listrik dan asap gas harus dilakukan dengan gas detektor.
“Biasanya juga ada mengeluarkan bau, atau jika dikasih korek api langsung terbakar, namun ini tidak demikian, kemungkinan instalasi listrik saja, ini tinggal membereskan instalasi listrik saja,” katanya.
Pihaknya lanjut Joni, menerima informasi tersebut malam tadi, kemudian bersama tim hari ini lansung ke lapangan untuk memastikan kejadian tersebut agar masyarakat tidak resah dengan keluarnya asap tersebut.[]
Laporan Taufan Mustafa




