Oleh Taufik Sentana

Dari Ikatan Dai Indonesia Kab. Aceh Barat

Peristiwa di Selandia Baru yang menimpa Saudara Muslim disana telah menambah rentetan kesedihan umat muslim khususnya. Seperti di Palestina atau di Uigyur China. Serta beberapa kasus pelecehan terhadap simbol Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Adanya segelintir pihak yang justeru menyalahkan muslim  migran, telah menumpulkan logika peradaban manusia sekarang ini. Kejadian yang berlokasi di Selandia Baru juga menjadi penting karena negara itu termasuk negara yang paling akur dan harmonis. Sehingga kejadian kemarin semacam “Tes” bagi persaudaraan muslim dan nurani universal umat manusia.

Kita memang berduka, banyak yang mengutuk, meminta dihukum berat bahkan ada yang mengusulkan Qisas. Tapi kita memang tak memahami utuh “peta” kepentingan Global: Apakah hanya rasisme, balas dendam, sel yang dikondisikan atau kepentingan yang berdiri sendiri. 

Artinya musibah tersebut menutup sesaat permasalahan lama yang belum selesai, dari Iraq ke Rohingya,  memperdalam luka dan duka umat muslim, sedang kita mungkin masih tegar untul tegak dan berdoa, hingga kita pun lupa dengan duka yang terus merundung kita.[]