SIGLI – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Pidie yang diselenggarakan, Rabu, 26 Agustus 2020, terpaksa dihentikan di tengah jalan lantaran muncul aksi protes terhadap adanya dualisme dukungan dari peserta Musda.

Musda dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Daerah  (DPD) I Partai Golkar Aceh, Teuku Muhammad Nurlif, berlangsung di Aula Misma Safira, terpaksa diskor pada sore hari hingga September 2020.

Suasana sidang sempat memanas setelah penjelasan dari salah seorang pimpinan sidang mengutarakan adanya peserta sidang yang memberi rekomendasi dukungan kepada dua kandidat yang bersaing untuk Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pidie.

Penjelasan tersebut menuai interupsi dari peserta sidang bahwa dukungan itu tidak sah dan harus dilakukan pemekrisaan kembali administrasi dukungan agar tidak terjadi dualisme dukungan.

Keadaan sempat memanas antara dua kubu, hingga Ketua DPD I TM Nurlif turun tangan untuk mendinginkan kembali suasana. Bahkan dia meminta sidang pemilihan ditunda dan akan dilaksanakan kembali proses verifikasi dukungan agar tidak ada kesalahan.

TM Nurlif menjelaskan pelaksanaan Musda harus benar-enar mengacu pada tata tertib dan aturan. Jadi, saat proses pencalonan ada administrasi yang keliru hingga harus diverifikasi ulang agar tidak terjadi permasalahan. 

“Adanya kedapatan kesalahan administrasi saat proses pencalonan sehingga harus diverifikasi ulang oleh panitia Musda,” jelas Nurlif kepada wartawan. 

Musda Golkar Pidie akan ditunda hingga akhir September 2020. Kegiatan ini tidak mungkin dilanjutkan dalam waktu dekat, karena ada agenda lima daerah lagi yang sudah terjadwal kegiatan Musda.

“Keputusan ini diterima oleh kedua kandidat calon ketua dan mereka sepakat untuk mengikuti proses yang dilakukan panitia Musda,” pungkasnya.

Adapun kedua kandidat yang bersaing untuk Ketua DPD II Kabupaten Pidie, Teuku Saifullah TS., dan Muhammad Junaidi.[]