BANDA ACEH – Memperingati Hari Museum Indonesia tahun 2017, Museum Aceh menggelar pameran temporer berbagi jenis rempah-rempah di Komplek Museum Aceh, Kamis, 12 Oktober 2017.
Pameran mengusung tema 'Pameran Temporer Aroma Memikat dari Dapur Aceh' memarkan bermacam bumbu dapur masakan Aceh, khususnya yang mulai jarang dipergunakan.
“Kekayaan dari budaya kita, salah satunya olahan dari rempah yang kemudian olahannya menjadi kuliner. Proses penanamannya dan juga bagaimana jalur rempah-rempahnya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, setelah membuka acara, Kamis 12 Oktober 2017.
Reza Fahlevi juga mengungkapkan, tema yang diusung pada peringatan Hari Museum Indonesia tahun ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali kepada masyarakat.
“Ini kan sebuah proses yang tujuannya perlu kita sosialisasikan agar ini lestari. Banyak masyarakat yang saat ini tidak mengetahui dan tidak mampu mengelola rempah itu, rasanya, racikannya bagaimana, dan lain sebagainya,” jelasnya.
“Jadi dengan kita memperkenalkan bumbu serta pengetahuan rempah-rempah sehari-hari ini, sehingga mampu kita olah dan tidak akan hilang daripada produk-produk yang kita miliki,” jelasnya lagi.
Hal senada juga ditambahkan oleh Junaidah Hasnawati, Kepala Museum Aceh. Dia mengatakan, kegiatan ini juga sesuai dengan fungsi dan tugas museum, di mana memperkenalkan kembali sesuatu yang sudah lama untuk dipelajari oleh masyarakat khususnya bagi anak-anak.
“Kegiatan pameran ini merupakan salah satu upaya untuk menggairahkan kembali dan memperkenalkan kepada masyarakat,” katanya.
Adapun koleksi yang dipamerkan di Museum Aceh sebanyak 40 koleksi yang terdiri dari berbagai jenis bahan serta kebutuhan dapur untuk masakan tradisional dari dahulu hingga saat ini.
“Untuk bumbunya sendiri lebih dari 50 jenis bumbu tradisional,” ungkap Junaidah.
“Ada beberapa jenis bumbu dapur yang sudah jarang digunakan, misalnya seperti jintan. Sedangkan beberapa rempah-rempah yang sering digunakan untuk masakan Aceh yakni ketumbar, lengkuas, cabe (kering), bunga lawang hitam,” ungkapnya lagi.
Pameran ini akan digelar mulai tanggal 12-18 Oktober 2017 mendatang.[]






