27 C
Banda Aceh
Rabu, Oktober 27, 2021

Pameran Senjata 2021, Museum Aceh Pamerkan 176 Senjata, Ini Link Virtualnya

BANDA ACEH—Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Museum Aceh mengelar Pameran Senjata 2021 untuk pertama kalinya secara virtual pada 16 Oktober 2021. Pameran ini menampilkan 176 jenis senjata yang merupakan koleksi Museum Aceh.

Kepala Disbudpar Aceh Jamaluddin SE MSi Ak mengungkapkan, setidaknya ada 176 sejata koleksi Museum Aceh yang dipamerkan. Mulai dari Siwaih, Rencong, Pedang, Tombak, Meriam, Perisai dan masih banyak senjata lainnya.

Dijelaskannya, pameran secara langsung dalam sebuah kegiatan virtual ini berlangsung pada Sabtu (16/10/2021) mulai pukul 10.00-11.00 WIB. “Ini bagian dari pameran temporer Museum Aceh yang biasanya digelar setahun sekali, guna menampilkan koleksi yang jarang dipamerkan pada hari-hari biasa. Tahun ini, karena masih dalam masa pandemi Covid-19, kita menggelar secara virtual,” papar Jamaluddin.

Semangat, Simbol dan Identitas

Kepala UPTD Museum Aceh Mudha Farsya menambahkan, Aceh adalah satu bangsa yang dalam perjalanan sejarahnya mengalami berbagai peperangan, baik menyerang pada saat penaklukkan ataupun diserang ketika hendak ditaklukan, sebagaimana bangsa-bangsa lain di dunia.

Karenanya, lanjut Mudha, kali ini Museum Aceh sengaja mengelar Pameran Senjata dengan mengangkat tema “Semangat, Simbol dan Identitas”. Kegiatan ini juga sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Museum yang jatuh pada 12 Oktober 2021.

Mudha menambahkan, setiap peperangan membutuhkan senjata sebagai alat untuk menyerang musuh dan mempertahankan diri. Seiring waktu, berbagai jenis senjata diciptakan dan berkembang. Sebelum era senjata api, senjata tajam merupakan alat perang utama bagi setiap pasukan. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah pedang dan pisau.

Di Pameran Senjata kali ini, Museum Aceh akan menampilan sejumlah senjata masa kerajaan Aceh pada masa kira-kira 500 tahun yang lalu atau masa pemerintahan Ali Mughayat Syah (1511-1530).

“Bagi masyarakat silahkan mengikuti jalanya Pameran Senjata 2021 secara virtual melalui kanal YouTube Disbudpar Aceh dan kanal YouTube Museum Aceh,” ajak Mudha.

Berikut Link nya: – Disbudpar Aceh Klik: https://www.youtube.com/c/DisbudparAceh

SEKILAS TENTANG SENJATA

Keris
Keris termasuk senjata tikam golongan belati yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya, karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok dan banyak diantaranya memiliki pamor yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah.

Rencong
Rencong merupakan senjata yang sangat populer di kalangan masyarakat Aceh. Pada awalnya senjata ini masih dalam bentuk yang sangat sederhana. Dalam perkembangan selanjutnya secara evolusi rencong mencapai kesempurnaannya seperti dalam bentuknya yang sekarang. Penggunaan rencong sebagai senjata perang mulai dipakai pertama kalinya untuk melawan Portugis pada masa Sultan Ali Mughayat Syah memerintah Kerajaan Aceh pada tahun 1514 – 1528.

Pedang

Pedang adalah sejenis senjata tajam yang memiliki bilah panjang dengan dua sisi tajam atau hanya satu sisi tajam saja. Bilah pedang biasanya dibuat dari logam keras seperti besi atau baja.

Manusia telah membuat dan menggunakan senjata pedang sejak zaman perunggu sekitar 1400 SM, kemudian berkembang zaman besi, zaman pertengahan akhir dan hingga zaman modern pada abad 19.

Tombak
Tombak atau lembing adalah senjata yang banyak ditemukan di seluruh peradaban dunia, terutama karena kemudahan pembuatannya dan biaya pembuatannya yang murah. Tombak adalah senjata untuk berburu dan berperang. Bagiannya terdiri dari tongkat sebagai pegangan dan mata atau kepala tombak yang tajam dan kadang diperkeras dengan bahan lain.

Perisai/Tameng
Perisai adalah alat yang digunakan sebagai penahan berbagai macam senjata tajam seperti tombak, anak panah ataupun pedang. Pemakaian perisai biasanya didampingkan dengan senjata lainnya, seperti pedang dan tombak.

Pada dasarnya perisai mempunyai berbagai macam dan bentuk sesuai dengan lokasi dan kebudayaan setempat. Pada umumnya, perisai dibuat dari bahan metal/logam, tetapi ada juga yang dibuat dari bahan baku kayu, kulit, rotan, binatang bahkan tempurung kura-kura.

Meriam

Meriam diperkirakan muncul di Cina sejak abad ke-12 Masehi sebagai transformasi dari yang sebelumnya senjata bubuk mesiu atau disebut tombak api. Meriam digunakan untuk peperangan pada akhir abad ke-13 dan menyebar ke seluruh Eurusia pada abad ke-14. Selama abad pertengahan meriam besar dan kecil dikembangkan untuk pengepungan, pertempuran lapangan dan pertempuran jarak jauh.

Meriam mengubah perang angkatan laut dengan daya tembaknya yang mematikan, memungkinkan kapal untuk saling menghancurkan dari jarak jauh. Perang Aceh juga menorehkan sejarah pemakaian meriam pada saat itu.

Siwaih
Senjata pertahanan istimewa yang biasa dipakai hanya oleh sultan atau para bangsawan. Berbeda dengan rencong, gagang senjata ini berbentuk bulat seperti umbian, seolah tangkai genggam tersebut menelan mata pisau yang lembut dan elok.

Dibandingkan rencong, gagang dan sarung siwaih lebih sarat akan hiasan sebagaimana layaknya senjata pusaka kaum bangsawan. Batu permata, gading dan emas, dalam bentuk hiasan-hiasan yang rumit menghiasi permukaan bagian atas sarung pembungkus, tempat pisau memasuki sarung. Beberapa mata pisau siwaih bentuknya lebih lurus daripada rencong tapi mata pisau siwaih maupun rencong terasah pada satu sisi saja dan berakhir dengan ujung yang runcing.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Warga Buat Laporan Terbuka Soal Tanggul Krueng Pase, Begini Respons Kementerian PUPR

LHOKSUKON - Marzuki, warga Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, membuat laporan terbuka kepada Kementerian...

Wali Nanggroe Aceh Kukuhkan Anggota Majelis Tuha Peut, Ini Nama-Namanya

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

PLN Aceh Pasang Meteran Listrik di Rumah Al-Walid MZ, ‘Meugreb Laju Hu’

LHOKSEUMAWE – Muhammad Al-Walid MZ (13), anak berprestasi di Gampong Meunasah Buket, Buloh Blang...

Majelis Hakim Tunjuk Mediator Perkara Rekanan Gugat Dinas PUPR Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Pengadilan Negeri Lhokseumawe menggelar sidang perkara gugatan Wakil Direktur III CV Muhillis...

Doa Agar Rezeki Mengalir Lancar

Tugas seorang Muslim adalah menjemput rezeki yang halal dengan cara-cara yang baik dan sesuai...

Ini Sosok Otoniel, Gembong Narkoba Ditangkap dalam Operasi Libatkan 500 Tentara dan 22 Helikopter

KOLOMBIA - Kolombia akhirnya berhasil menangkap gembong narkoba paling dicari, Dairo Antonio 'Otoniel' Usuga....

Pertamina Bersama Masyarakat Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon di Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 1 bersama masyarakat dan mahasiswa menggelar...

Harga Kopi Gayo Terus Bergerak Naik, Ini yang Harus Dilakukan Pencinta Kopi

  BLANGKEJEREN - Harga kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues terus melonjak naik sejak sebulan...

Babinsa Latih Warga Budi Daya Maggot untuk Hasilkan Uang

LHOKSUKON – Serda Samsudin, Babinsa Koramil 29/Lkh Kodim 0103/Aceh Utara, melatih masyarakat di Desa...

113 Atlet Panjat Tebing Aceh Perebutkan Tiket PORA Pidie

BANDA ACEH - Sebanyak 113 atlet panjat tebing putra dan putri dari kabupaten/kota se-Aceh...

Peningkatan Wawasan Keilmuan bagi Ratusan Imam Masjid dan Khatib di Subulussalam

SUBULUSSALAM - Ratusan Imam Masjid dan khatib mengikuti program pembinaan peningkatan kapasitas wawasan keilmuan...

Ini Kata Sekda Aceh saat Sosialisasi Vaksinasi di Dayah MUQ Pagar Air

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi semua...

Ini Harapan Politikus Kepada Agam Inong Aceh 2021

BANDA ACEH – Muhammad Akkral (Kota Banda Aceh) dan Salwa Nisrina Authar Nyakcut Daulat...

Cerita Then Soe Na Keturunan Tionghoa Memeluk Islam

Hidayah bisa datang melalui orang-orang terdekat. Then Soe Na mengakui, cahaya petunjuk Illahi diterimanya...

Ini Jadwal Terbaru Seleksi CPNS 2021, Pengumuman Hasil SKD hingga Ujian SKB

JAKARTA – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS dipastikan mundur dari yang dijadwal sebelumnya....

Masyarakat Lancok-Lancok Rayakan Maulid, Teungku Imum: Umat Terbaik Meneladani Kekasih Allah

BIREUEN - Masyarakat Lancok-Lancok, Kecamatan Kuala, Bireuen, mengadakan kenduri untuk merayakan Maulid Nabi Besar...

Membangun Personal Mastery

Oleh: Muhibuddin, SKM Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK)  Personal...

Dayah Perbatasan Aceh Singkil Diminta Kembalikan Kejayaan Syekh Abdurrauf

SIGKIL - Sebanyak 10 tenaga kontrak/non-PNS tambahan sebagai tenaga administrasi, tenaga teknis, dan penunjang...

Belajar Digital yang Mudah, Murah, dan Aman

LHOKSUKON - Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali bergulir....

BMK Bireuen Salurkan Zakat Rp1,9 Miliar kepada 3.047 Penerima, Ini Rinciannya

BIREUEN – Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si., menyalurkan secara simbolis...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat