BANDA ACEH – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh melalui UPTD Museum Aceh kembali menggelar pameran temporer dengan mengangkat tema “Naskah Kuno Warisan Intelektual Aceh- Tempo Dulu Orang Aceh Pintar” di Museum Aceh, Kamis, 8 September 2016.
“Naskah-naskah kuno peninggalan ulama Aceh akan dipamerkan selama tiga bulan ke depan sejak hari ini,” kata Kepala UPTD Museum Aceh, Junaidah, Kamis, 8 September 2016.
Salah satu naskah yang dipamerkan katanya adalah yang menceritakan tentang Kerajaan Samudra Pasai dan Kerajaan Aceh Darussalam, dua kerajaan Aceh yang mencapai kejayaannya di segala aspek termasuk pusat ilmu pengetahuan. Jejak cahaya Islam di dua kerajaan ini memenuhi catatan para intelektual yang lahir maupun yang singgah di Aceh. “Naskah-naskah para ulama inilah yang kami tampilkan di pameran temporer kali ini,” katanya.
Karya tersebut antara lain yang ditulis oleh Hamzah Fansuri, Syamsuddin As-Sumatrani, Nuruddin Ar-Raniry, Syekh Abdurrauh As-Singkili dan beberapa karya ulama lainnya.
“Selain itu, naskah yang kami tampilkan yaitu naskah Mujarabat yang menjelaskan tentang obat-obatan dan Tajul Muluk yaitu media interaktif tata cara baca naskah yang menjelaskan tentang ramalan tabir gempa dan mimpi, dan ilmu faraidh yang menjelaskan tentang pembagian harta warisan berdasarkan hukum Islam, serta beberapa naskah lainya.”
Junaidah berharap momen ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Aceh untuk melihat langsung karya-karya ulama Aceh yang sangat membanggakan.[](ihn)


