BANDA ACEH – Menjelang usianya yang ke-101 tahun, Museum Aceh mendapatkan penghargaan bergengsi yakni sebagai Museum Terinspiratif dari Asosiasi Museum Indonesia. Penghargaan tersebut diterima oleh tim Museum Aceh pada Rabu malam, 20 April 2016 lalu di Jakarta di penutupan HUT ke-41 Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta.
Plakat penghargaan tersebut diserahkan oleh Kasi Preparasi dan Konservasi UPTD Museum Aceh Nurhayati S.Pd, kepada Kepala UPTD Museum Aceh Dra. Junaidah Hasnawati, saat gotong royong dan diskusi Jumat di meunasah Museum Aceh pagi tadi, 22 April 2016.
“Alhamdulillah dengan segala usaha dan kekuatan kita mendapatkan penghargaan yang lumayan bergengsi ini, dan ini sebagai bentuk semangat baru bagi kami untuk bekerja lebih giat lagi,” kata Junaidah Hasnawati kepada portalsatu.com.
Penghargaan itu kata Junaidah, diserahkan langsung oleh Direktur Utama TMII Dr. Aj. Bambang Soetanto, disaksikan seluruh peserta pameran yang digelar di kompleks TMII. Turut hadir juga ketika itu Ketua UMUM AMI Putu Supadma Rudana dan beberapa pengurus AMI.
“Amanah penghargaan ini sebagai peran serta saudara yang telah melakukan pemanfaatan benda budaya dan sejarah bangsa dan bentuk upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa kita terutama, kata Junaidah mengutip pesan Direktur Utama TMII Indonesia.
Dari 33 museum daerah yang ikut pada kegiatan itu katanya, Museum Aceh masuk lima besar yang mendapatkan penghargaan bergengsi itu dari AMI.
Museum Aceh yang berada satu kompleks dengan Rumoh Aceh memiliko koleksi atas tiga kelompok besar yaitu koleksi anorganik, organik dan campuran. Pengelompokan itu terbagi lagi dalam 10 jenis disiplin ilmu. Museum ini dibuka untuk umum mulai dari Minggu – Selasa sejak pukul setengah sembilan hingga pukul empat sore.[](ihn)



